Geram Dengan Kasus Drop Out Mahasiswa IAIM Sinjai, HMI Bone Angkat Bicara

BONEPOS.COM,BONE - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone angkat bicara terkait tindakan yang dilakukan oleh rektor Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai yang telah mengeluarkan surat keputusan tentang pemberhentian mahasiswa tanpa pertimbangan, Rabu (30/1/2019).

Iwan Taruna, Ketua bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan menegaskan bahwa syarat Drop Out (DO) itu salah satunya adalah merusak fasilitas kampus.

“Nah ketika hanya melakukan demonstrasi menjadi alasan untuk mereka di DO, saya pikir bukan alasan yang tepat, terlebih lagi menyampaikan pendapat di muka umum dibenarkan oleh Undang-Undang,” tegas Iwan kepada Bonepos.com

Dari hasil kajian aktivis HMI Cabang Bone menilai bahwa pihak Kampus IAIM terlalu terburu-buru mengambil tindakan, ketika itu memang fatal tentunya harus melalui pertimbangan dewan etik terlebih dahulu sebelum rektor mengambil keputusan, kemudian hal itu juga tidak sampai harus Drop Out.

Dia menilai bahwa pihak Kampus IAIM Sinjai yang seolah anti kritik, membungkam demokrasi kampus dan melukai kebebasan berekspresi dan berpendapat, sedangkan jelas dalam undang-undang nomor 9 tahun 1998 tentang kebebasan berpendapat dimuka umum.

“Saya berharap rektor IAIM Sinjai harus meninjau ulang surat keputusan tersebut dengan melalui beberapa pertimbangan, Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa kepada kampus itu merupakan bentuk kecintaan mereka terhadap kampusnya, dan perlu dipahami bahwa langkah yang dilakukan mahasiswa itu adalah penyampaian pendapat berdasarkan UU nomor 9 tahun 1998,” kuncinya.

Ahmad Kaisar