Ini Tujuan Komisi I DPRD Pangkep Kunker di Sinjai

Anggota DPRD Kabupaten Sinjai saat menyambut kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Rabu, (30/1/2019).

BONEPOS.COM, SINJAI - Setelah di kunjungi Pansus III DPRD bone terkait Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai kembali terima kunjungan kerja (Kunker) Komisi 1 DPRD Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Rabu (30/1/2019).

Kunjungan ini diterima langsung Wakil Ketua II DPRD Sinjai Jamaluddin Asnawi didampingi Anggota Komisi II A. Zainal Iskandar, Anggota Komisi I Muzawwir serta Sekretaris DPRD Sinjai Lukman Mannan dan rombongan DPRD Pangkep dipimpin Wakil Ketua I DPRD Pangkep Ir. H. Rizaldi Parumpa bersama Ketua Komisi I DPRD Pangkep Umar Haya, di ruang kerja Ketua DPRD Sinjai.

Ketua Komisi 1 DPRD Pangkep memaparkan tujuan kunker ini tidak ada lain untuk mendapatkan pemahaman bersama terkait peranan Sekretariat DPRD Sinjai dalam pembahasan Laporan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kepala Daerah (Bupati).

Ia menjelaskan ada beberapa daerah yang beranggapan peranan komisi sudah tidak ada dalam pembahasan APBD yang dimana fungsi anggota dewan tidak ada di badan anggaran, lebih lanjut ia mengatakan aturan dari pusat terkadng menimbulkan kesalahpahaman dalam penetapan tata tertib (tatib) DPRD, sedangkan salah satu fungsi DPRD yaitu fungsi anggaran.

Lebih lanjut Ketua Komisi I DPRD Pangkep ini mengatakan bahwa dari hasil kunker di Sinjai nantinya akan dipadukan dengan kebijakan yang ada di Lembaga Legislatif Pangkep.

Sementara itu Wakil Ketua II DPRD Sinjai Jamaluddin Asnawi mengungkapkan ucapan terima kasih kepada DPRD Pangkep karena telah mempercayakan DPRD Sinjai sebagaj acuan untuk sharing terkait peranan Sekertariat DPRD Sinjai dalam pembahasan LKPJ Bupati.

"Kepercayaan DPRD Pangkep kepada DPRD Sinjai tidak terlepas dari keberhasilan Kabupaten Sinjai dalam merealisasikan PP Nomor 3 Tahun 2007. Sehingga menjadikan Kabupaten Sinjai salah satu Kabupaten terbaik di Sulsel sekaligus peraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut," jelasnya. (*)