Kasus Penipuan yang Menjerat Muhammad Assad Berujung Damai

BONEPOS.COM, BONE - Kasus penipuan dan penggelapan yang menjerat Muhammad Assad, warga Jalan Jalur Gaza Kelurahan Kabonena, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, berujung damai.

Pria 40 tahun itu sebelumnya ditetapkan tersangka lantaran diduga telah menggelapkan rokok sebanyak 1.100 pack dengan nilai Rp. 179.963.000.

Muhammad Assad dilaporkan di pihak Kepolisian Resor (Polres) Bone oleh Hj. Sahari Bulan, 46 tahun, warga Amessangeng, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.

"Kasusnya sudah selesai, tersangka dan korban bersepakat menyelesaikan persoalan tersebut dengan jalur damai," kata Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Muhammad Pahrum, Jumat, 1 Februari 2019.

Dijelaskannya, bahwa kasus tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum selanjutnya lantaran, keduanya sudah tidak keberatan.

Terpisah, putri Muhammad Assad, yakni Nurul Fikriah, putri yang dikonfirmasi membenarkah hal tersebut, menurut Dia, utang orang tuanya senilai ratusan juta itu telah dibayarkan olehnya.

"Alhamdulillah sudah saya bayar kak tadi. Saya juga tidak tahu kalau bapak saya punya utang karena tidak pernah dia cerita," kata Dia kepada Bonepos.com.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Assad diamankan personil Resmob Polres Bone di rumahnya di Palu Sabtu, 26 Januari 2019 lalu, atas dugaan terlibat kasus penipuan dan penggelapan.

Dihadapan Polisi, Muhammad Assad mengaku akan menyelesaikan tunggakan utangnya itu, hanya saja belum bisa Dia lakukan lantaran terkena bencana gempa dan Tsunami di Palu kala itu.

Ahmad Kaisar