Bahas Dua Ranperda, DPRD Sinjai Gelar Rapat Pansus

BONEPOS.COM, SINJAI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai, menggelar rapat Pansus dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023 dan rencana induk pembangunan kepariwisataan Kabupaten Sinjai Tahun 2018-2023 di Ruang Rapat DPRD, Rabu, (6/2/2019).

Rapat pansus ini dipimpin oleh Hartati Malkab dan didampingi oleh Ibrahim, Evi Harviani, Andi Wirawan Hamsah, Nurfadamayanti, H. Muh Darwis, Arianto serta Mappahakkang.

Rapat ini turut dihadiri, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Andi Mandasini, perwakilan dari Bappedda serta perwakilan Bagian Hukum dan HAM sekretariat Daerah.

Terkait pembahasan RPJMD rapat ini akan di tindaklanjuti karena mengingat perlu adanya sinkronisasi mengenai RPJMD provinsi dengan RPJMD Kabupaten.

Mappahakkang mengatakan dalam penyusunan RPJMD yang normatif untuk menyingkronkan RPJMD Provinsi dengan Kabupaten membutuhkan referensi dari luar oleh karena itu, perlu mendatangi langsung ke Provinsi untuk mempelajari lebih lanjut.

"Dalam penyusunan RPJMD yang normatif, untuk singkronkan RPJMD Provinsi dengan Kabupaten, membutuhkan referensi dari luar. Olehnya itu, kita perlu datang ke Provinsi untuk mempelajarinya lebih lanjut," ungkap Mappahakkang.

Sementara itu terkait tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan Kabupaten Sinjai tahun 2018-2023, pembahasan perda ini harus ada koordinasi dari pihak Politeknik Pariwisata Makassar serta perlu ada kesepakatan dan kehadiran dari Dinas PU, Pemerintah Daerah, dan Pakar khusus.

Hartati Malkab yang memimpin rapat ini, mengharapkan untuk tahun 2019, Kabupaten Sinjai bukan lagi daerah lintasan, melainkan sudah menjadi daerah tujuan. Oleh karena itu, perlu pembahasan yang matang dengan mengkoordinasikan hal ini ke Politeknik Pariwisata Makassar, serta menghadirkan semua pihak terkait pada rapat selanjutnya.

"Kami berharap, agar agar untuk tahun 2019 ini, Daerah Sinjai ini bukan lagi sebagai daerah lintasan, melainkan sudah menjadi daerah tujuan," ungkap Hartati Malkab. (*)