Cristiano Ronaldo, Usia Bertambah Karir Tetap Gemilang

BONEPOS.COM - "Age is a case of mind over matter. If you don't mind, it don't matter."
Pernyataan yang diungkapkan Satchel Paige, atlet bisbol kulit hitam legendaris Amerika Serikat. Paige adalah contoh nyata kalau usia bukan halangan untuk berprestasi di dunia olahraga.

Usia adalah satu-satunya hal di dunia ini yang terus bertambah, tidak pernah berkurang. Tapi bagi sejumlah atlet hebat, usia hanyalah sebuah angka. Sejumlah atlet membuktikan tetap mampu tampil kompetitif di level teratas meski sudah tidak muda lagi, salah satunya jelas: Cristiano Ronaldo!

Pada 5 Februari 2019, penyerang asal Portugal itu berulang tahun yang ke-34. Sebuah usia di mana biasanya karier pesepakbola semakin meredup. Tapi, Ronaldo adalah salah satu pengecualian. CR7 tidak menunjukkan tanda-tanda meredup bersama Juventus.

Setelah sempat kesulitan beradaptasi di awal musim bersama Juventus, Ronaldo kini menunjukkan kualitas terbaiknya. Dua gol ke gawang Parma, akhir pekan lalu, membuat Ronaldo untuk sementara menjadi top skor sementara Liga Italia dengan 17 gol.

Ronaldo juga menjadi top skor sementara Juventus dengan 19 gol dan top assist dengan sembilan assist. Mantan pemain Manchester United itu sudah mencetak ke 13 klub berbeda di Liga Italia.

Banyak pihak, termasuk Zlatan Ibrahimovic, menganggap keputusan Ronaldo untuk pindah ke Juventus bukan sesuatu tantangan. Pasalnya, Juventus sudah menjadi raja Serie A Italia sejak 2012. Dominasi Juventus di Liga Italia tidak mampu digoyang AC Milan, Inter Milan, atau Napoli.

Namun, bukan tugas mudah bagi seorang penyerang untuk langsung beradaptasi di Liga Italia yang dikenal memiliki permainan ekstra bertahan. Terlebih tugas utama Ronaldo ketika dibeli €100 juta dari Real Madrid adalah mencetak gol. Hebatnya CR7 datang ke Turin di usia yang sudah tidak muda lagi, berbeda dengan Marco van Basten, Ronaldo Nazario, atau Andriy Shevchenko yang masih muda ketika hadir di Italia.

Lemak 7 Persen

Bukan tugas mudah bagi Ronaldo untuk menjelma sebagai salah satu pesepakbola terhebat sepanjang sejarah. Ya, Ronaldo harus bekerja keras untuk akhirnya bisa memiliki karier sepak bola hingga saat ini.

Ronaldo bukan terlahir dengan bakat alami sebagai pesepakbola hebat. Ronaldo harus bekerja keras, menghabiskan ratusan jam di gym dan lapangan latihan untuk menjaga kondisi tubuh serta mengasah kemampuan bermain. Kebiasaan itu membuat Ronaldo hampir tidak pernah mengalami cedera serius sepanjang kariernya.

Ronaldo bahkan diklaim sebagai pesepakbola paling fit sepanjang sejarah karena hanya memiliki lemak tujuh persen dalam tubuhnya. Catatan itu tiga persen lebih sedikit dari rata-rata pesepakbola lainnya.

Ronaldo bukanlah Lionel Messi yang terkesan terlahir secara alami sebagai pesepakbola. Hal itu diakui Carlos Tevez, penyerang yang pernah main bersama Ronaldo di Manchester United dan Messi di timnas Argentina.

Tevez mengatakan hampir tidak pernah melihat Messi di gym atau berlatih ekstra. Sementara untuk Ronaldo, Tevez mengaku tidak pernah bisa mengalahkan mantan pemain Sporting Lisbon itu dalam hal berlatih.

"Ketika latihan mulai jam sembilan pagi, saya tiba jam delapan dan Ronaldo sudah ada di tempat latihan. Ketika saya datang jam 07.30, dia sudah datang. Saya bertanya dalam diri, 'Bagaimana caranya saya menyingkirkan pemain ini?. Jadi suatu hari saya datang jam enam, tapi dia sudah ada di sana! Sedikit mengantuk, tapi dia sudah ada di tempat latihan'," ucap Tevez dalam sebuah wawancara.

Rivalitas dengan Messi juga menjadi salah satu alasan Ronaldo mampu berada di level teratas sepak bola dalam satu dekade terakhir. Rivalitas Ronaldo vs Messi layaknya Larry Bird vs Magic Johnson di NBA atau Niki Lauda vs James Hunt di F1.

Berkat rivalitas itu pula Ronaldo masih tetap dianggap sebagai salah satu pesepakbola terbaik di dunia pada usia 34. Buktinya Ronaldo tetap masuk nomine pemain terbaik dunia FIFA 2018, hanya kalah dari Luka Modric

Editor : Nur Atika Pratiwi