Gerebek 2 Tambang Ilegal, Polisi Amankan Ekskavator dan Truk

tambang ilegal
Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bone menggerebek dua lokasi usaha pertambangan galian C yang beroperasi secara ilegal di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulsel, Rabu, 6 Februari 2019. (BONEPOS.COM - IST)

BONEPOS.COM, BONE - Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bone menggerebek dua lokasi usaha pertambangan galian C yang beroperasi secara ilegal alias tak mengantongi izin di Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulsel, Rabu, 6 Februari 2019, sekira pukul 15.30 WITA.

Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Muhammad Pahrum mengatakan, penggerebekan tambang ilegal itu dilakukan di dua lokasi yang berbeda yakni di Desa Pattiro Sompe dan Desa Pattiro Bajo dimana di dua lokasi ditemukan aktivitas pertambangan secara ilegal.

"Pertambangan Galian C ini ditutup karena melanggar, tidak memiliki izin IUP-Operasi Produksi. Selain ditutup pihak kami di lapangan juga menyegel dua unit alat berat dan 3 unit dump truk serta buku catatan material," kata Pahrum kepada Bonepos.com, Rabu malam.

Adapun pelaku penambangan ilegal yang diamankan yakni Alfian Bin Jufri 24 tahun, warga Balle Anging Balocci, Ruslan Bin H Benteng 50 tahun, warga jalan Kompol Andi Dadi dan Ardiansyah bin Latif 30 tahun, warga Desa Walenreng, Kecamatan Cina.

"Barang bukti bersama sejumlah pelaku penambang ilegal ini sudah diamankan di Mapolres Bone, guna menjalani proses lebih lanjut," tegas Pahrum.

Atas perbuatannya, pelaku terancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar, karena melanggar UU RI No 4 tahun 2019, tentang pertambangan mineral dan batubara (Minerba) dan UU No 22 tentang Migas.

Ahmad Kaisar