Politisi Brazil Diancam Pemerkosaan Lantaran Pakaian Seksinya

BONEPOS.COM, Politisi cantik Brazil menjadi sorotan setelah mengikuti upacara pelantikan anggota parlemen. Ana Paula da Silva, anggota parlemen dari Negara Bagian Santa Catarina, tampil dengan mengenakan busana tanpa lengan yang juga memperlihatkan belahan payudara, wanita tersebut menerima kritikan hingga ancaman pemerokosaan di media sosial.

Ana adalah politisi wanita yang baru-baru ini terpilih sebagai wakil rakyat. Saat pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, wanita 47 tahun itu jadi perbincangan karena gaya busananya. Ketika menghadiri acara, ia menggunakan busana yang dianggap mengejutkan dan tidak pantas karena terbuka di bagian dada.

Politisi Brazil Jadi Kontroversi karena Pakai Baju Seksi Saat Sumpah Jabatan
Foto: Instagram/@deputadapaulinha

Foto Ana mengenakan busana terbuka saat pelantikan itu pun diunggahnya ke media sosial yang memancing berbagai komentar. "Sedikit kesopanan dan kesopanan tidak akan membuat orang sakit dan tidak menyakiti siapapun, MEP. Berbusana dengan hormat adalah tanda kebajikan. Kamu adalah wanita publik. Akan baik untuk memberi contoh tentang kesopanan untuk anak muda dan orang Brasil," kata salah satu komentator.

Selain kritik, sejumlah netizen pun meninggalkan komentar protes hingga ancaman kepada Ana Paula karena busananya yang dianggap terlalu seksi. Staff dikatakan bahkan sampai menghapus beberapa komentar jahat yang berisi ancaman perkosaan. Karena itu, ia pun berniat untuk menuntut netizen yang menulis komentar paling jahat dan akan menyumbangkan kompensasinya untuk wanita yang mengalami pelecehan seksual.

"Dunia macho dan penuh prasangka ini adalah kamu yang menghidupi bukan aku. Aku melihat banyak pria menggunakan jas dan dasi mengambil uang dari sektor kesehatan, makanan sekolah, itu tidak bisa diterima," tulis Ana Paula di akun Facebook-nya.

Mendapat komentar kurang menyenangkan dari para netizen, Ana Paula da Silva pun membela keputusannya mengenakan busana seksi di acara pelantikan. "Aku pikir orang akan membicarakan merahnya tapi mereka hanya fokus pada belahan payudara.

Wanita punya payudara dan aku punya payudara besar. Aku selalu seperti itu. Bukannya karena sekarang aku jadi wakil rakyat aku akan menjadi wanita berbeda. Aku tidak ada di sana untuk dievaluasi untuk itu. Bagaimana aku berpakaian adalah masalahku," katanya kepada NSC TV.

"Wanita dalam politik dan lingkungan masyarakat harus membiasakan diri menjadi diri mereka sendiri. Ada lebih banyak masalah penting untuk wakil legislatif diskusikan," tambah Ana Paula.