NCID: Kader PDIP Korupsi Rp 5,8 T Perburuk Citra Parpol

PDI Perjuangan (Ilustrasi) - BONEPOS.COM/INT

BONEPOS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, kasus mega korupsi Rp 5.8 Triliun yang menejerat salah satu kader PDIP yakni Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi merupakan tsunami bagi partai politik saat ini.

Pasalnya, bukan hanya jumlahnya yang sangat fantastis lebih dari itu kepercayaan publik kepada partai politik juga akan semakin menurun ditengah banyaknya para kader partai yang menjadi kepada daerah yang terjerat kasus korupsi.

“Sikap partai yang cenderung sebatas melakukan pemecatan adalah upaya lepas tangan atas kegagalan membina para kadernya, padahal secara moral seharusnya partai politik yang menjadi naungan para koruptor tersebut juga harus bertanggung jawab karena dalam perjalanannya menuju jabatan politik tersebut melalui jalur politik, saya kira diperlukan regulasi lebih dari semua pihak mengingat kader partai politik yang terjerat kasus korupsi malah semakin bertambah,” tutur Jajat, dalam keterangan persnya (Jakarta, 11/2/2019).

Jajat menambahkan, dalam sebuah kontetasi politik seperti pilkada dukungan dari partai politik merupakan salah satu penentu sah nya seseorang untuk menjadi calon dalam pilkada, disinilah peran partai politik ini dalam menentukan siapa yang akan didukungnya.

Lanjut Jajat, terlepas ada deal-deal politik didalamnya, namun hal tersebut menjadi penegasan jika partai merupakan pihak yang harus bertanggung jawab atas perilaku para kadernya.

“Seberapa banyak kepala daerah yang terjerat kasus korupsi adalah cerminan bagaimana buruknya partai yang dinauinginya, karena meskipun kasus korupsi bisa dikatakan urusan individual pelakunya, namun rakyat dapat menilai partai adalah rumah politik yang tidak hanya bertugas mencetak kader-kader terbaik, tapi juga melakukan kontrol atas kader-kadernya sehingga kejadian seperti yang menimpa kader PDIP Supian Hadi tidak terulang”, tutup Jajat.(ran)