Viral, Curhatan Cewek Ini Soal Mantannya yang Perhitungan

BONEPOS.COM - Banyak bentuk perhatian yang biasanya ditunjukkan saat menjalin hubungan. Memberikan barang atau mengajak pasangan pergi jalan-jalan, berbagi hadiah, makan bersama mengantar dan menjemput menjadi hal yang menyenangkan.

Namun saat putus hal-hal yang biasa dilakukan bersama sudah tak bisa dilakukan lagi. Beberapa pasangan yang telah putus bahkan terkadang mengungkit-ungkit masa lalu.

Nah, hal itulah yang dialami seorang cewek dengan akun Twitter @FreditaIstijarN. Hubungannya pun kandas karena suatu hal yang hanya dia dan Tuhan yang tau.

Setelah putus, sang mantan mengirim DM via Instagram kepadanya. Bukannya bertanya kabar setelah putus, sang mantan malah minta semua barang yang pernah diberi untuk dikembalikan ke rumah.

Tak menyangka dengan sifat mantannya itu, dia pun mengabulkannya permintaan sang mantan. Satu per satu barang yang pernah diberikan pun dikumpulkannya untuk dikirim ke rumah.

Tak sampai di situ, karena saking kesalnya dia pun mencoba menghitung semua uang yang pernah dikeluarkan sang mantan selama mereka pacaran.

Dalam tagihan yang diunggahnya tertulis "Rekap Pengembalian Barang". Ia juga membuat daftar barang yang harus dikembalikannya. Mulai dari uang bensin, uang nonton, uang parkir, kaos, jaket, jam tangan dan lain-lain.

Dia bahkan meminta nomer rekening aktif untuk mengirim uang-uang tersebut. Namun sang mantan malah menolak dan berdalih malas mencari nomer rekeningnya.

Dan dalam twitternya cewek ini mengunggah kalimat yang isinya berupa imbauan kepada semua wanita agar hati-hati dalam memilih cowok. Jangan sampai ada yang mengalami hal serupa dengannya.

Curhatan yang dipostingnya pada 9 Februari lalu ini sontak menjadi viral di berbagai media sosial. Berawal dari Twitter, curhatannya diduga juga telah menyebar ke media sosial lain seperti Instagram dan Facebook. Di akun twitternya sendiri telah diretweet sebanyak 1.040 kali sejak 9 Februari dan telah mendapat beragam reaksi dari netizen.

Gimana pendapat kamu nih?

Editor : Nur Atika Pratiwi