Debat Capres, NCID: Keberpihakan Terhadap Wong Cilik Ada di Pihak Prabowo

Debat Capres Kedua

BONEPOS.COM, JAKARTA  - Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, secara umum dalam debat pilpres kedua ini strategi kedepan yang di ungkapkan oleh kedua capres dapat dipahami oleh masyarakat.

Ia menilai, ada perbedaan yang cukup signifikan dari perhelatan debat capres kedua kali ini yakni jika Jokowi berbicara dan lebih menekankan kepentingan pengusaha yang merupakan kelompok menengah keatas.

Sebaliknya Prabowo lebih mengutamakan bagaimana solusi memenuhi kepentingan masyarakat bawah.

Lanjut Jajat, kendati terjadi pro dan kontra tentang siapa yang menjadi pemenang debat kedua ini tapi secara garis besar dapat disimpulkan jika Prabowo pada dasarnya ternyata lebih peka dan memahami berbagai permasalahan masyaarakat menengah kebawah saat ini.

"Saya kira ini akan menjadi catatan penting bagi masyarakat sebelum menentukan pilihannya kelak, untuk kondisi seperti sekarang ini mana yang lebih layak diutamakan, kepentingan masyarakat menengah keatas seperti yang sudah dilakukan oleh Jokowi atau mewujudkan strategi dengan mengedepankan kepentingan masyarakat menengah ke bawah bersama Prabowo”, tutur Jajat.

Jajat menambahkan, adalah wajar jika dalam debat capres kedua kemarin Jokowi lebih menguasai materi tentang bagaimana melindungi kepentingan para pengusaha atau kelompok menengah keatas.

Mengingat selama lebih dari 4 tahun berkuasa ini pengusaha telah dimanjakan melalui lelang berbagai paket ekonominya yang berjilid,-jilid.

Namun sikap berbeda dari Prabowo yang lebih menekankan kepentigan petani, nelayan, pedagang dsb secara politik justru lebih menguntungkan karena menunjukan jika Prabowo lebih peka atas kondisi masyarakat bawah saat ini.

“Melindungi penguasaha dalam melakukan bisnisnya merupakan hal yang baik namun memenuhi kebutuhan masyarakat bawah jauh lebih penting dari hal apapun, dalam masa kampanye ini apa yang dilakukan oleh Prabowo secara politik telah selangkah lebih maju mengingat golongan masyarakat menengah kebawah secara perhitungan memiliki jumlah yang lebih banyak dibanding kelompok menengah keatas, dan ini sudah dipahami betul oleh Prabowo”, tutup Jajat.(*)