Heboh Video Viral 15 Camat Dukung Jokowi, Sekda dan Wali Kota Makassar Sebut Tidak Usah Dipermasalahkan

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Sebuah video viral dukungan Mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama 15 Camat se Kota Makassar beredar di sosial media Facebook hingga whatss app, Kamis 21 Februari 2019.

Dalam video itu, nampak SYL bersama 15 Camat menyatakan dukungannya kepada pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia nomor urut 01, Joko Widodo-Maruf Amin.

Video ini mengundang pro dan kontra warga Makassar terutama mereka yang aktif di sosial media. Beragam komentar pun bermunculan terkait video viral ini.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah Makassar, Andi Muhammad Ansar mengungkapkan, ia tidak mempermasalahkan video viral 15 camat tersebut. Menurut Ansar, para camat yang dikategorikan Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki hak politik. Ansar pun tidak mempermasalahkan cara mereka mengekspresikan dukungan politik kepada paslon Capres dan Cawapres nomor urut 01.

"PNS punya hak untuk memilih, tetapi tentu ada aturannya. Kami dari pihak pemkot pun tidak akan membiarkan saja jika mereka diperiksa Panwaslu, kami akan melakukan pendampingan," ujar Ansar saat ditemui di Balaikota, Kamis 21 Februari 2019.

Selaku Sekda, Ansar mengakui akan segera mungkin memanggil ke 15 camat yang ada dalam video viral dan meminta klarifikasi dari masing-masing camat.

"Nanti saya lihat, akan memanggil hari ini atau besok, saya mau tanya apa betul videonya itu. Lebih baiknya memang kita panggil semua," imbuh Ansar.

Ditanya mengenai sanksi, Ansar belum mau berkomentar lebih jauh dan belum bisa memastikan terdapat sanksi atau tidak untuk 15 camat itu.

Senada dengan Ansar, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto juga tidak mempermasalahkan video viral itu. Danny beranggapan para camat mengekspresikan dukungan kepada Capres 01 masih dalam hal yang wajar dan tak perlu dipermasalahkan.

Danny pun mengatakan, ke 15 camat yang ada dalam video mengekspresikan dukungannya di hari libur, bukan di hari kerja.

"Mereka para camat dengan Pak SYL mengekspresikan dukungan, dan di video itu saya lihat mereka bapak ibu camat tidak menyampaikan dukungannya ke capres 01. Yang bilang dukungan itu pak SYL," terang Danny.

Ditanya mengenai ada 3 camat yang menggunakan pakaian ASN dalam video, Danny tidak mempermasalahkannya. Menurut Danny, para camat menggunakan pakaian dinas di hari libur tidak perlu dipermasalahkan, karena bisa saja di hari libur itu terdapat kepentingan yang menyangkut pekerjaan.

"ASN harus netral tetapi mereka punya hak politik di hari libur Sabtu Minggu," tambah Danny.

Senada dengan Ansar, Danny juga menegaskan akan memberi pendampingan kepada 15 Camat tersebut jika di kemudian hari ada yang mempermasalahkannya.

"Saya pasti bela camat camat ini, secara pribadi saya pasti bantu. Camat camat baik semua kok ini," tutup Danny.

Ahmad Rusli