Hindari Calo, Gerai Pelayanan Perizinan Perikanan Sinjai di Fungsikan

Kadis DPMPTSP Kabupaten Sinjai, Andi Adeha Syamsuri, usai menyerahkan surat izin kepada 3 (tiga) nelayan yang bermohon. Jumat (22/2/2019).

BONEPOS.COM, SINJAI - Setelah diresmikan oleh Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa, pada tanggal 9 Desember 2018 yang lalu, kini Gerai Pelayanan Perizinan Perikanan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSTP) Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan, akhirnya di Fungsikan secara maksimal.

Gerai Pelayanan Perizinan Perikanan yang berpusat di tempat pelelangan ikan di Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara, telah melayani 7 jenis izin perikanan, diantaranya adalah Surat Izin Penangkapan Ikan atau SIPI yang selama ini menjadi keluhan bagi nelayan di Kabupaten Sinjai.

Terkait pelayanan perizinan tersebut, tentu tidak perlu menunggu lama bagi Pemerintah Daerah Sinjai untuk merealisasikan percepatan pelayanan publik di bidang perizinan perikanan yang menjadi salah satu Program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Sinjai.

Menurut Kepala DPMPTSP, Andi Adeha Syamsuri menjelaskan bahwa gerai pelayanan perizinan perikanan di Sinjai merupakan upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, dalam hal ini adalah nelayan.

Andi Adeha Syamsuri juga menekankan bahwa Gerai pelayanan siap melayani setiap hari tanpa mengenal hari libur, selama 24 jam, tanpa dipungut biaya.

"Setiap harinya, Gerai ini melayani kurang lebih 20 orang, dan untuk mendapatkan 1 izin, pemohon hanya perlu menunggu paling lama 15 menit tanpa dipungut biaya. Selain dari segi pelayanannya, Gerai juga mampu menghindarkan para nelayan dari jeratan calo. Dan hanya dalam waktu dua bulan, Gerai telah mengeluarkan 208 SIPI," jelas Andi Adeha.

Andi Adeha juga mengatakan bahwa perizinan perikanan merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Apa yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai adalah semata-mata upaya pemda mewujudkan pelayanan prima kepada nelayan.

"Sebenarnya, perizinan perikanan merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Apa yang dilaksanakan Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai adalah semata-mata upaya pemda mewujudkan pelayanan prima kepada nelayan, dengan memberi kemudahan dan percepatan perizinan," ungkap Andi Adeha.

Salah seorang pemohon, Anwar yang lebih akrab dipanggil Fang Manna, yang merupakan nelayan asal Sinjai Utara mengaku sangat bersyukur dengan adanya Gerai Pelayanan Perizinan Perikanan.

"Sebelumnya, saya dan nelayan lain harus mengeluarkan biaya besar untuk mengurus izin di Makassar. Tidak hanya untuk transport, nelayan harus membiayai pula penginapan karena harus menunggu penyelesaian izin hingga 3 hari bahkan ada yang sampai satu bulan," kata Anwar.

Lanjut Anwar, bahwa setelah adanya gerai pelayanan, hanya dalam waktu 2 sampai 5 menit, ia sudah bisa mendapatkan surat izinnya.

"Ini tentu memudahlan segala pekerjaan kami bersama nelayan lainnya, olehnya itu saya berterima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Sinjai yang telah peduli dan memberikan perhatian untuk memudahkan proses izin bagi kami nelayan Sinjai yang akan berlayar," ucapnya.

Untuk diketahui, adapun seluruh penerimaan terkait dengan keuangan, langsung masuk ke kas daerah Provinsi Sulawesi Selatan. Selama dua bulan berjalan, kontribusi nelayan Sinjai terhadap PAD Provinsi Sulawesi Selatan mencapai Rp. 74.765.000,-. (*)