Luas Hingga 4,8 Hektar 3 Tips Hemat Prabowo Ini Bisa Jadi Contoh

Kuda milik Prabowo (Tempo)Perhatiin tekstur bata di rumah Prabowo (Detik)Hewan ternak Prabowo (Youtube)

BONEPOS.COM, Tidak rahasia lagi kalau rumah Prabowo Subianto yang terletak di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, terletak di tanah yang luas banget.

Prabowo dikabarkan membeli lahan luas itu pada tahun 2001. Tanah di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra itu diprediksi seluas 4,8 hektare.

Saking luasnya tanah Prabowo, tempat itu bisa dipakai buat mendirikan helipad alias landasan helikopter. Di sana juga ada peternakan kuda, sapi, kambing, hingga bebek.

Soal harga udah pasti gak murah. Tapi meski begitu, masih ada lho pelajaran hemat yang bisa kamu petik dari rumah beliau. Lebih tepatnya, soal gimana cara Prabowo memilih tanah dan material bangunan yang bikin dia gak keluar uang lebih banyak lagi.

Penasaran? Yuk simak ulasannya.

1. Tanah murah, jauh dari pusat kota

Kuda milik Prabowo (Tempo)

Kompas sempat bikin prediksi soal berapa duit yang harus Prabowo sediakan buat membeli tanah di Hambalang. Menurut mereka, harga tanah rumah Prabowo pada saat dibeli diprediksi berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 160 ribuan per meter persegi.

Tanah di sekitar Hambalang emang murah, itu disebabkan karena wilayah tersebut masih termasuk wilayah pedesaan. Belum lagi, pada saat itu infrastruktur di Hambalang juga gak memadai. Kendaraan umum dan penerangan aja minim. Selain itu Desa Bojongkoneng jelas jauh dari pusat kota.

Bisa jadi malah Prabowo dapat harga yang lebih murah lagi, mengingat belinya udah lama.

Bisa dibilang Prabowo cukup cerdas buat milih lokasi tanah yang pengin dia beli. Dengan bujet yang ditentukan, dia bisa dapat tanah yang luas banget.

Tapi biar kata murah, tentu memilih lokasi rumah gak bisa sembarangan. Sebagai pembeli, kamu harus paham betul soal lokasi tanahnya. Kalau beli murah gak tahunya rawan longsor ya sama aja bohong, kan?

2. Tekstur batu bata di dinding rumah Prabowo bisa tekan biaya bangun rumah

Perhatiin tekstur bata di rumah Prabowo (Detik)

Salah satu bangunan di rumah tersebut memiliki dinding dengan tekstur batu bata merah. Pemilihan tekstur bata buat eksterior rumah menang tergolong cerdas.

Pasalnya, selain menimbulkan unsur industrial atau rustic, hal tersebut juga dinilai lebih hemat. Mengapa demikian? Jelas aja karena gak perlu buang-buang waktu lagi buat melapisinya dengan semen dan mengecat ulang.

Selain hemat anggaran, penerapan dinding bata juga bisa dibilang hemat waktu.

Bayangin aja, udah hemat anggaran, hemat waktu, terus terlihat lebih artistik pula.

Apa kamu gak tertarik tuh nyobain konsep tekstur dinding dari bata merah ini? Atau mungkin ada ide lain yang jauh lebih hemat?

3. Punya tanah subur, pemilik rumah bisa ngirit

Hewan ternak Prabowo (Youtube)

Selain peternakan, tanah di rumah Prabowo juga dimanfaatkan sebagai ladang pertanian. Bisa dibilang tanah di rumah itu tergolong subur.

Hoki banget ya pak Prabowo beli lahan di lokasi ini.

Kabarnya, di sana ada tanaman cabe, tomat, pepaya, kacang tanah, daun bawang, timun, dan sayur mayur lainnya. Lengkap deh pokoknya.

Seandainya aja kamu punya tanah dengan lahan yang subur kayak di rumah Prabowo, udah pasti gak bakalan pusing deh soal harga sayur mayur terutama cabe yang sering naik. Tinggal metik aja di taman sendiri, kelar deh urusan itu.

Dengan adanya tanah yang subur, apakah hal itu lantas bikin Prabowo terjun ke bisnis pertanian? Ternyata enggak tuh.

Menurut laporan Detik, petugas keamanan di rumah tersebut pernah bilang kalau ketika musim panen, maka hasil perkebunan itu dibagi-bagikan ke warga. Warga boleh masuk dan dipersilahkan memetik sendiri. Asyik banget!

Mengetahui kesuburan suatu lahan di kampung tentu gak mudah. Kamu harus cermat. Jika banyak tanaman pakis kawat yang tumbuh, tandanya tanah tersebut gak subur.

Itulah tiga aspek hemat yang bisa didapat dari rumah Prabowo Subianto. Dari sini kita bisa dapat gambaran dalam pemilihan lokasi sampai material.

Selain itu, karena tempatnya terpencil, rumah Prabowo cocok banget buat dipakai tempat istirahat. Kamu yang mengimpikan masa tua bahagia, bisa mulai mencicil nabung sejak usia produktif biar bisa beli tanah dan rumah di kampung.

Editor : Nur Atika Pratiwi