Kejam, AG Gadis 18 Tahun yang di Perkosa Berkali-kali oleh Ayah dan Saudara Kandungnya

Pelaku pemerkosaan, Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.

BONEPOS.COM, Seorang gadis berusia 18 tahun berinisial AG, menjadi korban pemerkosaan kejam yang dilakukan oleh ayah, kakak, dan adik kandungnya sejak satu tahun terakhir.

Kejadian tragis tersebut terjadi di Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.

Kejamnya, JM sang ayah (45), kakak dan adik kandungnya yang masing-masing berusia (24) dan (17) memperkosa AG berulangkali dan bergiliran setiap harinya.

AG diketahui adalah penyandang disabilitas yang ditinggalkan ibu kandungnya lantaran telah meninggal dunia.

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Minggu (24/2/2019), aksi bejat ketiga pelaku terbongkar berkat laporan masyarakat dan sebuah organisasi perlindungan perempuan dan anak.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, aksi pencabulan ketiga pelaku dilakukan sejak tahun 2018.

Kepada penyidik, motif pelaku melakukan pemerkosaan sedarah lantaran melihat korban tidak berdaya karena penyandang disabilitas. Ditambah lagi karena dua pelaku kerap melihat pornografi.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku kini dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara ditambah 1/3 dari ancaman maksimal. Lantaran dilakukan orang-orang yang mempunyai hubungan sedarah.

Sementara itu, korban AG kini dalam proses pemulihan trauma dan ditempatkan di salah satu rumah perlindungan petugas kepolisian.

Pelaku pemerkosaan incest yang dilakukan oleh kakak, adik dan ayah kandung di Lampung, kini tengah mendekam dalam tahanan pihak kepolisian.

Ketiga pelaku yang menyetubuhi keluarga sedarahnya tersebut tampak memiliki kelainan orientasi seksual. Salah satu pelaku, yaitu anak bungsu YF (15) mengaku pernah bersetubuh dengan kambing serta sapi milik tetangga.

Kecurigaan pihak kepolisian juga semakin diperkuat dengan gerak-gerik pelaku yang cenderung aneh. Sebagai tersangka, ia tak sedikitpun menunjukan tanda-tanda penyesalan.

Bahkan selama menjalani pemeriksaan, pelaku juga hanya tersenyum saja. Bila memang benar bahwa YF pernah bersetubuh dengan hewan, maka ia tergolong sebagai seorang pelaku bestiality.

Nur Atika Pratiwi