Camat Mariso Enggan Komentari Video Viral 15 Camat se Makassar

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Camat se-Makassar mengaku heran, video viral yang beredar beberapa hari lalu, bisa diedit dengan rapi seolah mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Kuasa hukum pengacara para camat tersebut, Adnan Buyung Azis menjelaskan, pertemuan itu sebenarnya dalam rangka kampanye milenial anti narkoba. Tidak ada kaitannya dengan deklarasi dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf.

"Camat-camat ini heran, kenapa gambar tiba-tiba bisa berubah begitu. Tetapi kita juga tidak bisa mengatakan siapa yang sangat kreatif sekali membuat gambar begitu," kata Adnan di kantor Bawaslu Sulsel beberapa hari lalu.

Sehingga dijelaskan Adnan, bisa saja dalam video itu, politisi Nasdem, Syahrul Yasin Limpo tidak ada dalam video itu. Cuma karena hasil editan, Syahrul seolah-olah ikut hadir dalam kampanye milenial anti narkoba.

"Tidak begitu. Artinya kemungkinan tidak ada Syahrul di sana, di lokasi. Ataukah ada Syahrul, tapi tidak begitu. Mungkin tidak ada. Namanya kan kreatif," lanjutnya.

Hal inilah kata dia, yang sudah disampaikan para camat dalam proses klarifikasi yang dilakukan penyidik Sentra Gakkumdu Bawaslu Sulsel.

Sementara itu, Camat Mariso, Juliaman yang dihubungi bonepos.com, Selasa 26 Februari 2019 enggan menanggapi soal benar tidaknya video viral tersebut editan atau bukan.

Juliaman mengatakan, ia takut polemik video tersebut akan semakin melebar jika ia berkomentar mengenai video itu.

"Coba tanya ke kuasa hukum kami. Kalau mau nomor kontaknya minta ke Pak Camat Tallo," kata Juliaman.

Diketahui, Camat Mariso, Juliaman beserta 14 camat lainnya berada dalam video viral tersebut bersama mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Video tersebut viral di media sosial sejak Rabu 20 Februari.

Ahmad Rusli