Pro Kontra Program 3 Kartu Sakti Jokowi Jika Kembali Terpilih

BONEPOS.COM - Petahana, Joko Widodo kembali memamerkan program bagi-bagi kartu baru saat menyampaikan pidato di acara Konvensi Rakyat Optimis Indonesia Maju pada Minggu 24 Februari 2019.

Kartu-kartu tersebut antara lain; Kartu Sembako Murah, Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) dan Kartu Pra Kerja.

Seperti diketahui, capres petahana sudah membagikan kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) selama menjalankan pemerintahan 4,5 tahun terakhir ini.

Analis Ekonomi Politik Fine Institute, Kusfiardi menilai, Kartu itu mendidik masyarakat dengan hal-hal instan seperti yang nyatakan oleh Jokowi sendiri.

"Ini instrumen menyenangkan semua orang, dengan cara menyebar subsidi, bansos, atau BLT sebanyak-banyaknya,” kata Kusfiardi kepada wartawan di Jakarta, Senin (25/2/2019).

Menurutnya, bagi-bagi kartu seperti ini menunjukkan lemahnya kemampuan capres petahana dalam memahami misi yang terdapat dalam konstitusi UUD 1945, sekaligus menunjukkan jalan pintas dengan semangat mengejar populisme.

Kusfiardi menilai, seluruh program bansos capres petahana bukan hanya mereduksi makna bantuan sosial tapi juga bertentangan dengan apa yang diamanatkan oleh konstitusi UUD 1945.

"Bahkan, bansos digunakan untuk mengakali kinerja capres petahana, terutama dalam hal menurunkan angka kemiskinan," kata Kusfiardi.

Sebelumnya, Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ada tiga kartu yang akan dijalankan pemerintahannya ke depan jika dirinya bersama cawapres Ma'ruf Amin menang dalam Pilpres 2019.

Awalnya, Jokowi telah menjelaskan program Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, ketiga itu dirasa Jokowi belum cukup.

"Program PKH dan beras sejahtera, akan saya perkuat dengan program kartu sembako. Nanti akan ada kartu sembako murah," ujar Jokowi saat pidato kebangsaan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Minggu (24/2/2019) malam.

Editor: Nur Atika Pratiwi