Pendukung Prabowo Sandi Bersama Wakil Ketua DPRD Makassar Gelar Unjuk Rasa di Depan Kantor Bawaslu Sulsel, Ada Apa?

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Video viral dukungan 15 camat se Kota Makassar bersama mantan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo (SYL) kepada Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf menuai kecaman dari sebagian besar warga Makassar. Pasalnya, sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), para camat itu dinilai telah melanggar kode etik ASN karena melakukan politik praktis.

Adapun, ke 15 Camat telah diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel pada Jumat 22 Oktober lalu.

Hari ini, Rabu 27 Februari, ratusan kelompok masyarakat yang berasal dari pendukung Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi menggelar aksi di depan Kantor Bawaslu Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar.

Mereka menuntut Bawaslu menindak tegas 15 Camat se-Makassar yang terduga melanggar.

Demo yang mengatasnamakan aksi Rabu Biru ini juga diikuti berbagai organisasi se-Sulawesi Selatan.

“Bawaslu harus bertindak tegas atas perbuatan 15 camat tersebut. Kami juga meminta agar unsur penyelenggara Pemilu KPU dan Bawaslu, serta lembaga TNI-Polri agar bersikap netral di Pemilu serentak 2019 ini,” ungkap Ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulsel Mohktar Daeng Lau saat menyampaikan orasi.

Sementara itu Ketua DPC Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali (ARA) yang juga terlibat saat aksi, lebih menyoroti persoalan konten video kampanye dukungan 15 camat yang dikomandoi oleh Politikus Partai Nasdem Syahrul Yasin Limpo.

Menurut ARA, video yang viral tersebut mengindikasikan ketidaknetralan penyelenggara pemerintah sekelas Camat. Ara meyakini, pernyataan para camat itu dilakukan secara sadar. Dan yang terpenting kata Ara, ada perihal keaslian video yang sudah tidak diragukan lagi.

“Itu bukti yang sangat kuat, anak-anak saja tahu video itu. Tapi kita tetap menghargai proses hukum yang berjalan. Ada pihak berwenang yang bertanggung jawab memutuskan hal itu,” tutur Wakil Ketua DPRD Makassar ini.

Ahmad Rusli