Gegara Pembelian Cashnya Harus Inden, Konsumen Ini Laporkan Dealer Yamaha Sinjai ke Pusat

Ardi, Warga Desa Kanrung Kecamatan Sinjai Tengah

BONEPOS.COM, SINJAI - Ardi, salah satu warga Desa Kanrung, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, terpaksa melaporkan pihak dealer Yamaha Sinjai ke kantor Yamaha Pusat.

Langkah pelaporan yang ditempuh oleh Ardi, berawal ketika dirinya ingin membeli sebuah kendaraan motor Yamaha N-MAX secara cash di dealer Yamaha Sinjai. Namun, kata Ardi, salah satu pihak dealer Yamaha Sinjai telah memberinya penjelasan bahwa pembelian secara cash harus Inden (Menunggu), tapi jika kredit, barangnya ada (Ready).

"Sebenarnya, dari pembicaraan awal saya melalui telefon dengan salah satu pihak dealer Yamaha Sinjai, itu hari Jumat lalu. Waktu itu, sebelum Jumatan, saya telefon, dan saya bertanya, ada nggak motor Yamaha N-MAX, dan dia jawab ada. Dan saya bertanya lagi, berapa harga cashnya, terus pihak dealer bilang kalau cashnya tidak bisa, harus kredit," ungkap Ardi sembari menirukan perkataan dari pihak dealer Yamaha Sinjai.

Lebih jauh Ardi menuturkan, bahwa pada hari itu juga, setelah shalat Adzhar, dirinya mendatangi dealer Yamaha Sinjai, untuk ingin lebih mengetahui, seperti apa yang sebenarnya.

"Hari itu juga, setelah shalat Adzhar, saya mampir ke dealer Yamaha Sinjai untuk lebih memastikan, seperti apa yang sebenarnya. Namun, setelah bertemu dengan pihak dealer Yamaha Sinjai, pihak dealer tetap memberi jawaban yang sama, bahwa bisa membeli cash, tapi harus inden, tetapi kalau mau kredit, barangnya ada," ungkap Ardi.

Ismail, selaku manager dan penanggung jawab dealer Yamaha Sinjai, saat dihubungi bonepos.com, mengatakan bahwa ia sudah menjelaskan kepada bersangkutan (Ardi_red), kalau dirinya saat itu telah berada di Makassar dan menganggap masalah tersebut hanya persoalan komunikasi saja.

Menurut Ismail, bahwa terkait pembayaran cash, bukannya tidak bisa, tetapi demi untuk tidak mendapat komplain dari pihak konsumen yang telah inden lebih dulu dari yang bersangkutan, sehingga ia menyarankan kepada Pak Ardi untuk inden beberapa hari dulu.

"Saya sudah menjelaskan ke Pak Ardi, bukannya tidak bisa cash, hanya saya bilang bahwa silahkan inden dulu pak, karena saya lagi di Makassar, nanti saya yang atur. Tapi pak Ardi mau hari itu juga, sementara masih ada inden konsumen yang kami tunggu konfirmasinya, kalau mereka batal, yah mungkin kita memberikan ke pak Ardi," kata Ismail.

Ismail tidak menampik jika pihaknya telah dilaporkan oleh yang bersangkutan. Namun, ia yakin bahwa pihaknya sama sekali tidak merasa merugikan yang bersangkutan, dan sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan prosedur yang ada.

"Saya sudah mendapat surat dari Kantor Yamaha, dan besok saya akan datang untuk klarifikasi. Kami merasa tidak merugikan pak Ardi, karena kami memang punya prosedur. Kami tentu menunggu konfirmasi kembali dari konsumen yang inden sebelum pak Ardi, apakah jadi diambil atau tidak. Dan yang jelasnya, kami memiliki bukti beberapa konsumen yang bayar secara cash," jelas Ismail melalui via selulernya, senin malam (11/03/2019).