Isu Kiamat, Warga Desa Watubonang Lari Ke Malang

BeritaJatim Warga Ponorogo mendadak pindah ke Malang karena isu akan kiamat di daerahnya.

BONEPOS.COM, Sebuah desa di provinsi Jawa Timur menjadi viral lantaran warganya yang pergi mendadak ke Malang karena ada doktrin kiamat.

Sebanyak 16 KK di Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, dinyatakan pindah secara sembunyi-sembunyi ke Malang.

Hal tersebut dibenarkan perangkat Desa Watubonang, Sogi, dimana Dia mengatakan bahwa selama kurang lebih sebulan ada 16 kepala keluarga (KK) yang pindah.Dari 16 KK tersebut, tercatat 2 KK dari Dusun Gulun dan 14 KK dari Dusun Krajan.

"Ada 52 warga, 23 perempuan, dan 29 laki-laki. Sembilan di antaranya anak-anak yang tidak tahu apa-apa," kata Sogi, saat ditemui di rumahnya di Desa Watubonang, Rabu 13 Maret 2019.

Lanjut Sogi "Dari 16 KK itu, ada 3 KK yang sampai menjual tanah dan rumahnya. Harganya pun murah hanya Rp10 juta sampai Rp30 juta. Saya kemarin juga jadi saksi. Warga yang pindah tidak bisa dihalang-halangi untuk pindah ke Malang. Mungkin mendapat doktrin," Jelasnya.

Lebih jauh Sogi mengatakan, 3 KK yang menjual rumah memang hanya mempunyai harta benda rumah dan tanah. Sementara 13 KK lain hanya menjual aset harta yang dimiliki, tidak sampai menjual rumah.

"Ya, kalau yang 3 KK itu memang secara ekonomi dalam tanda kutip di bawah. Mereka hanya punya rumah sehingga jual rumah. Beda dengan 13 KK lain bisa jual mobil, motor, sapi," ujarnya.

Menurutnya, kejadian tersebut sudah sebulan lebih. Namun, 16 KK tersebut tidak berangkat secara bersamaan.

"Mereka itu bergantian. Jadi misal hari ini, 2 KK berangkat. Lalu dua hari lagi ada yang berangkat kembali," kata Sogi lagi.

Ia mengatakan, keseluruhan 16 KK tersebut pergi secara sembunyi-sembunyi. Tetangga sebelah rumah pun tidak mengetahui kepergian mereka. Mereka pun tak pamit kepada perangkat Desa Watubonang.

"Dipamiti secara langsung, tidak sama sekali. Kecuali yang jual rumah karena harus memerlukan urusan administrasi dengan desa," ujarnya.

Dia mengatakan, hanya ada 3 KK yang mengatakan akan menuntut ilmu ke Desa Pulausari, Kecamatan Kasembon, dan Kabupaten Malang.

"Tapi secara administrasi masih warga sini (Watubonang). Juga tidak ada yang mengurus kepindahan. Langsung hilang begitu saja," katanya.