Diduga Labrak Aturan Sidang, Ketua PN Watampone Tegur Hakim

BONEPOS.COM - IST Andi Juniman Konggosa, saat memimpin sidang di Pengadilan Negeri Watampone, Kamis, 14 Maret 2019.

BONEPOS.COM, BONE - Ketua Pengadilan Negeri (PN) Watampone, Surachmat melayangkan teguran terhadap oknum Hakim di PN Watampone. Dimana hakim tersebut didiga telah melabrak aturan, lantaran menggelar sidang secara tidak lengkap, pada Rabu, 13 Maret 2019 kemarin.

Ditemui di kantor PN Watampone, Jalan MT. Haryono, Kamis, 14 Maret 2019, Surachmat menegaskan, bahwa dia sudah menegur Hakim tersebut. Tidak hanya itu, Surachmat juga berjanji akan memberikan teguran secara tertulis jika oknum Hakim tersebut kembali mengulangi perbuatannya.

"Saya tetap tegur, jadi sidang itu harus dilakukan secara lengkap berdasarkan aturan mungkin karena kemarin sidang insidentil makanya kita sudah berikan peringatan untuk tidak dilakukan lagi," Kata Surachmat.

Dijelaskan Surachmat, bahwa perihal tidak hadirnya salah satu hakim dalam persidangan tersebut, sudah disampaikan, dimana pada saat itu ada hakim pengganti yakni Ibu Icha, namun saat sidang hakim pengganti ini keluar ruangan untuk menerima telefon.

"Jadi karena dia Pak Nur Kausar lagi diklat jadi perkaranya tidak bisa ditangani kalau tidak lengkap jadi diganti sama ibu Icha, tapi penggantinya yang satu lagi keluar. Dia minta permisi sebentar katanya dia ditelpon sama anaknya," Kata Surachmat.

Sementara itu, Andi Juniman Konggosa, selaku hakim ketua yang bersidang pada saat itu, menjelaskan bahwa pada persidangan kemarin itu hanya sidang skorsing. Demi mengutamakan pelayanan, Juniman tidak menunggu hingga majelis sidangnya lengkap.

"Kemarin itu sidang skorsing semua, bisa ditanya sama JPU atau penasehat hukumnya, daripada menunggu lengkap sementara kita harus melayani. Dan saya juga menyayangkan kalau rekan rekan pers mengambil gambar tanpa konfirmasi dulu jadi kesannya beritanya tidak berimbang," Kata Andi Juniman

Diberitakan sebelumnya, sidang perkara pidana yang berlangsung di PN Watampone, sekira pukul 16.52 Wita, sore kemarin, berjalan meski hanya dipimpin oleh satu orang hakim ketua dan satu orang hakim anggota.

Padahal, jika mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penanganan satu perkara pidana minimal dipimpin tiga orang hakim. Hal yang tak biasa ini kemudian menimbulkan tanda tanya dari masyarakat, khususnya dari pengunjung yang hadir dalam sidang tersebut.