Ini Penjelasan IYL Terkait Kasus Pembangunan Kota Idaman Pattalassang

BONEPOS.COM, GOWA - Pembangunan kota idaman di Kecamatan Pattalassang Gowa diindikasi terjadi tindak pidana korupsi di dalamnya. Kasus tersebut saat ini dalam tahap penyidikan oleh Polres Gowa.

Guna mendalami kasus, Polres Gowa hari ini, Jumat 15 Maret 2019 memanggil Mantan Bupati Gowa dua periode, Ichsan Yasin Limpo (IYL).

IYL tiba di Polres Gowa sekitar pukul 10.00 wita. Ia hadir menggunakan mobil Alphard putih bernomor polisi DD 1 YL. Sejumlah pengacara tampak hadir mendampingi mantan Calon Gubernur Sulsel itu.

"Saya diperiksa sebagai saksi. Kemarin saya juga dipanggil, tapi karena saya ke Singapura jadi tidak bisa hadir," kata IYL usai menjalani pemeriksaan.

Diketahui, Ichsan Yasin Limpo menjabat sebagai Bupati Gowa ketika Pembangunan Kota Idaman digagas tahun 2015 lalu.

Ichsan sebelumnya dijadwalkan diperiksa penyidik Senin (11/3/2019) lalu.

Namun Ichsan tidak hadir lantaran sedang berada di luar negeri.

"Kemarin saya dipanggil, tapi saya ke Singapura. Jadi saya tidak bisa hadir," sambung Ichsan.

Menurut IYL, pembangunan kota Idaman seluruhnya dilakukan oleh pihak swasta sehingga tidak mungkin ada korupsi dalam proses pembangunannya.

Pemkab Gowa, lanjutnya pun tidak pernah memasukkan anggaran. Sehingga dipastikan tidak ada kerugian negara.

IYL memastikan, jika status hukum atas tanah yang dimiliki PTPN XIV di Kabupaten Takalar dan Gowa berbeda. Di Takalar, PTPN memiliki Hak Guna Usaha (HGU). Sementara di Gowa, PTPN hanya memiliki surat ukur. Dimana surat ukur bukan legalitas kepemilikan tanah. Apalagi PTPN tidak melakukan penguasaan atas tanah.

Sebelumnya penyidik telah memeriksa dua pejabat Pemerintah Kabupaten Gowa (Pemkab) Gowa, yakni Sekkab Gowa, Muchlis, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Andi Sura Suaib selaku mantan Camat Pattalassang.

Penulis:Ahmad Rusli