Bawaslu Luwu Secara Dadakan Melakukan Perekrutan Dan Pengangkatan PPNPNS, Ada apa ?

BONEPOS.COM, LUWU - Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Sipil (PPNPNS)melakukan perekrutan dan pengangkatan delapan orang secara dadakan di Bawaslu Luwu, Sulawesi Selatan,

Mekanisme perekrutannya disebut melanggar aturan Persekjen Nomor 1 tahun 2017, tentang mekanisme pengangkatan PPNPNS. Selain diduga melanggar Persekjen nomor 1, perekrutan pegawai PPNPNS Bawaslu Luwu, disebut sarat permainan, orang-orang yang dinyatakan lulus, merupakan kerabat dekat komisioner Bawaslu Luwu.

Koordinator Forum Pemuda Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (FP2KEL) Ismail Ishak, menyebut, kredibilitas Bawaslu Luwu, sebagai penyelenggara Pemilu, dipertanyakan, sebab aturan Internal saja, mereka berani langgar. “Maka tidak salah, jika kami sebagai masyarakat, mempertanyakan kredibilitas penyelenggara Pemilu yang mentalnya seperti ini,” kata Ismail Ishak, Sabtu 16 maret 2019

"jika Bawaslu Luwu, memprioritaskan kerabatnya untuk diluluskan dalam seleksi penerimaan pegawai non PNS di lingkup Bawaslu, jelas akan merugikan pesert lain yang sudah mengeluarkan biaya dan tenaga untuk mendaftar dan ikut seleksi"tambah Ishak

Divisi Sumber Daya Manusia Bawaslu Luwu Asriani juga membenarkan tentang adanya orang dekat komisioner Bawaslu yang lulus seleksi PPNPNS. Dia mengatakan seleksi penerimaan pegawai non PNS yang akan bekerja di Bawaslu, terbuka untuk umum. Namun ketika dicecar siapa nama kerabatnya yang lulus seleksi, Asriani beralasan, secara kelembagaan, dia tidak berbicara soal keluarga.

"Semua peserta yang dinyatakan lulus berkas, diseleksi lagi melalui ujian kompetensi dasar yang dilakukan jajaran Bawaslu dan Komisioner"kata Asriani

Pernyataan Asriani kembali bertentangan dengan Persekjen Bawaslu nomor 1 tahun 2017, dalam pasal 19, poin tiga dijelaskan, ujian kompetensi dilakukan koordinator Sekretaris Bawaslu Kabupaten atau Sekretaris Bawaslu Provinsi, jika Koorsek Kabupaten/Kota berhalangan.

"Permasalahan itu kami sudah laporkan ke Koorsek Provinsi, bahwa di Bawaslu Luwu, Koorseknya mengundurkan diri dan posisinya kosong, sehingga untuk ujian kompetensi kami yang laksanakan sesuai petunjuk Koorsek Provinisi,” tutup Asriani.