Harkonas, Mendag Tandatangani 251 Prasasti Peresmian UML

BONEPOS.COM, BANDUNG - Memperingati Hari Konsumen Nasional (Harkonas) ke 7, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menandatangani 251 prasasti tanda peresmian Unit Metrologi Legal (UML) yang ditempatkan di kabupaten/kota, termasuk di Kabupaten Bulukumba.

Puncak peringatan Harkonas dipusatkan di lapangan Gasibu Bandung atau depan Gedung Sate Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Rabu 20 Maret 2019. Selain penandatanganan prasasti, Kementerian Perdagangan juga menggelar pameran yang diikuti oleh badan publik dan para pelaku usaha yang berlangsung selama dua hari.

Pada seremoni Harkonas ini, Mendag Enggartiasto Lukita juga memberikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Terbaik Peduli Perlindungan Konsumen tahun 2019. Sebanyak enam pemerintah provinsi menerima penghargaan tersebut, yaitu Jawa Barat, Papua Barat, Aceh, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

Saat acara berlangsung, Enggartiasto didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga melakukan video conference dengan empat kabupaten kota yaitu, Sidoarjo, Serdang Bedagai, Padang, dan Parepare.

Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Muh Amral mendampingi Mendag Enggartiasto Lukita menandatangani prasasti peresmian UML Kabupaten Bulukumba.

Enggartiasto Lukita dalam sambutannya menyampaikan tahun 2018 di Jerman, 60 persen barang yang dijual online rata-rata dikembalikan oleh konsumen. Dibandingkan di Indonesia, hanya sekitar 1 persen yang mengembalikan pada penjualnya.

Setara dengan itu, pada tahun yang sama jumlah pengaduan konsumen di Jerman 16.090 pengaduan terhadap produk, sedangkan jumlah pengaduan yang diterima Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia hanya 564 pengaduan.

"Ini artinya masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang baik hati dan pemaaf. Cenderung ngerimo atas produk atau layanan yang didapatkan," ungkapnya.

Hal ini, lanjutnya merupakan fenomena menarik yang mencerminkan perbandingan perilaku konsumen di negara maju dan negara berkembang. Bagaimana perilaku konsumen menghadapi ketidakpuasan atas layanan produk saat proses transaksi berlangsung.

"Segala keluhan dari para konsumen harus kita tindak lanjuti dan selesaikan dengan baik," pintanya.

Terkait peresmian UML, tahun 2018 Kemendag telah meresmikan 194 kantor UML, dan tahun 2019 akan menyelesaikan 300 UML. Enggartiasto berharap unit-unit tersebut dapat berjalan secara optimal.

"Melalui UML, kita berharap dapat mewujudkan pasar tertib ukur di seluruh daerah wilayah Indonesia," kata Enggartiasto.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto, bahwa adanya UML sebagai bukti kehadiran pemerintah dalam melindungi konsumen.

"Kita harus memastikan alat ukur yang digunakan oleh para produsen atau pedagang sudah ditera oleh UML yang melekat di Dinas Perdagangan dan Perindustrian," ungkap Tomy.

Dikatakannya fungsi kemetrologian itu untuk menjaga konsumen dalam proses transaksi yang menggunakan alat ukur sehingga bisa berjalan secara fair.

"Ini namanya melindungi konsumen dan memastikan produsen atau pedagang dipercaya oleh publik," bebernya.

Harkonas tahun 2019 ini mengambil tema "Saatnya Konsumen Indonesia Berdaya"

Penulis:Iwan Taruna