Buka Kegiatan Pekan Raya SRC, Tomy Satria Sampaikan Ini

BONEPOS.COM, BULUKUMBA - Sampoerna Retail Community (SRC) menggelar pekan raya di Lapangan Pemuda Bulukumba, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Sabtu 23 Maret 2019.

Berbagai rangkaian kegiatan digelar dalam acara yang baru pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Bulukumba ini, seperti festival kuliner, pasar murah, pameran UMKM, donor darah, serta zumba party. Selain itu ada juga door prize dan pengundian #YukBelanjakeSRC.

SRC dibentuk untuk mewadahi para pelaku UKM dan peritel tradisional dalam mengembangan usaha, baik melalui kegiatan pelatihan, promosi maupun pameran atau pekan raya. Manajer SRC Area Makassar II, Andi Langgeng mengungkapkan SRC datang di area Bulukumba untuk lebih dekat lagi dengan para konsumen yang ada di Bulukumba. Melalui kegiatan tersebut, para mitra bisa langsung melakukan konsultasi SRC terkait prospek pengembangan bisnis yang telah dilakukan.

“Di Bulukumba ini sudah ada 100 mitra SRC, makanya dengan berbagai rangkaian kegiatan yang digelar, semakin meningkatkan kebersamaan para anggota SRC,” beber Andi Langgeng.

Dikatakannya anggota SRC adalah para ritel-ritel kecil yang di Kabupaten Bulukumba. Salah satu motto SRC adalah Dekat Hemat dan Bersahabat. Dekat disini dalam arti ketika berbelanja kita mendatangi toko yang terdekat yang merupakan anggota SRC. Kemudian hemat yang berarti harga dari toko SRC lebih hemat dan kompetitif. Selanjutnya bersahabat, bahwa para pemilik atau pengelola dari toko-toko SRC lebih bersahabat.

Kedepan, lanjut Langgeng, pihaknya pada bulan Juni nanti akan menghadirkan aplikasi yang bernama AyoSRC. Aplikasi ini untuk masyarakat Bulukumba yang mau berbelanja online maupun yang ingin menggunakan fasilitas ojek online.

“Bulan Juni kita akan launching, sehingga bapak ibu sudah bisa belanja melalui aplikasi AyoSRC di handpone,” ungkap Langgeng.

Sementara itu Wakil Bupati Tomy Satria mengaku kehadiran SRC menjadi kebanggaan tersendiri. Menurutnya, kehadiran ritel-ritel menengah tanpa menyebut mereknya, tentu tidak akan membuat para anggota SRC gulung tikar, bahkan justru menjadi motivasi untuk berkompetisi dengah kehadiran ritel-ritel menengah tersebut.

“Tentu saja dengan kompetisi seperti ini, para anggota SRC juga harus mulai memperbaiki diri. Kalau dulu melayani pembeli dengan memakai sarung, dengan bau minyak gosok, maka sekarang sudah tidak bisa lagi,” beber Tomy.

Untuk melayani konsumen saat ini, lanjut Tomy, para pemilik atau pelayan toko sudah harus juga berdandan dan berpakaian rapi, jangan hanya memakai daster atau “mabida-bida” (melilitkan sarung di badan). Harus memperlihatkan pelayanan yang baik karena ini sudah era kompetisi.

“Biar 100 ritel menengah berdiri di Kabupaten Bulukumba, namun jika saudara-saudara memberikan pelayanan yang terbaik, maka pasti para warga lebih memilih toko-toko anda,” kata Tomy di hadapan para anggota SRC.

Pemerintah Kabupaten sebagai regulator, akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap izin pendirian ritel-ritel menengah tersebut.

“Saya meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Koperasi dan UKM untuk bersama-sama melakukan evaluasi terhadap keberadaan ritel menengah. Jangan sampai semakin bertambah ritel menengah akan mematikan toko-toko kelontong di Kabupaten Bulukumba,” pintanya.

Dirinya berharap SRC ini menjadi wadah pembelajaran bagi anggota-anggotanya. Menjadi tempat berbagi pengalaman dan inspirasi bagaimana mengelola toko-toko agar lebih berkembang.

“Mohon kiranya, para anggota SRC ini melakukan pertemuan-pertemuan secara reguler. Hadirkan Dinas Perdagangan dan pihak-pihak lain, untuk membahas bagaimana upaya agar usaha saudara-saudara bisa bertahan dan lebih berkembang,” imbuh Tomy Satria Yulianto.

Penulis:Iwan Taruna