Ini Deret Kasus Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto

Iwan Budianto

BONEPOS.COM, Anggota Komite Eksekutif (Exco) Refrizal menegaskan Iwan Budianto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI. Penunjukan Iwan Budianto ini menjadi Plt Ketua Umum PSSI menggantikan peran Joko Driyono yang sedang tersandung kasus.

Keputusan Iwan Budianto sebagai plt Ketua Umum PSSI dihasilkan dalam rapat Exco, Kamis 28 Maret 2019 semalam. Refrizal selaku anggota Exco mengatakan hal ini sudah sesuai statuta PSSI.

Namu taukah, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Iwan Budianto pernah terseret ke dalam sejumlah kasus hukum. Berikut sederet kasus Iwan Budianto.

Pada 2011 Iwan Budianto tersangkut kasus korupsi penyimpangan dana APBD Kota Samarinda untuk klub Persisam Samarinda.

Dalam kasus yang melibatkan mantan manajer Persisam Aidil Fitri itu, nama Iwan Budianto disebutkan menerima uang sebesar Rp600 juta dari APBD tersebut.

Kendati demikian, Iwan Budianto menyangkal terlibat dalam penyimpangan dana APBD Kota Samarinda tahun 2007-2008. Terlebih lagi, penyebutan dirinya sebagai Ketua BLAI dianggap tidak benar.

Iwan menilai saat menjabat Manajer Persisam, pria asal Malang, Jawa Timur, itu belum bertugas sebagai Ketua BLAI PSSI. Iwan menjadi Manajer Persisam pada musim 2008/2009 dan sukses membawa klub tersebut menjadi juara Divisi Utama.

Mantan Manajer Persik Kediri itu juga mengaku sama sekali tidak mengetahui jika hasil kerja keras profesionalnya selama di Persisam merupakan bagian dari dana APBD yang disalahgunakan Aidil Fitri.

Selain terseret penyelewengan dana APBD, Iwan Budianto juga dilaporkan atas kasus dugaan penipuan pengaturan pelaksanaan pertandingan delapan besar Piala Soeratin 2009 pada Januari 2019. Pelapor Iwan Budianto adalah mantan Manajer Perseba Bangkalan, Imron Abdul Fattah.

Kala itu, Iwan yang menjabat sebagai BLAI disebut meminta uang sebesar Rp140 juta kepada Imron Abdul Fattah agar bisa menjadi tuan rumah babak 8 besar Piala Soeratin 2009.

Di luar dua kasus di atas, menantu mantan Walikota Kediri HA Maschut itu juga pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus dugaan suap Walikota Batu, Eddy Rumpoko, pada Oktober 2017.

Iwan Budianto bersama Agoes Soerjanto yang ketika itu menempati posisi Ketua Pembina Arema FC diperiksa KPK karena kasus dugaan suap pengadaan mebel di Pemerintahan Kota Batu tahun anggaran 2017 senilai Rp5,26 miliar.