Apel di PN Watampone Diwarnai Permintaan Maaf Hakim

BONEPOS.COM, BONE - Diduga ada permasalahan internal, sehingga oknum hakim yang juga Humas Pengadilan Negeri Bone, Hamka, meminta maaf secara lisan kepada Ketua Majelis Hakim, Andi Juniman Konggoasa, di hadapan peserta Apel di halaman Kantor Pengadilan Negeri Watampone, Senin pagi, 1 April 2019.

Kedua Hakim tersebut terlihat saling berpelukan setelah adanya permintaan maaf itu. Ketua Pengadilan Negeri Bone, Surachmat saat dikonfirmasi Wartawan membantah ada permasalahan di internalnya.

Menurutnya kegiatan saling memaafkan saat Apel, itu adalah hal biasa dan tidak ada masalah. "Setiap apel memang selalu kita tekankan bahwa kita itu kompak, kita itu gembira bersama dan setiap ada kegiatan kita selalu bersama-sama. Jadi ini tidak ada masalah, minta maaf biasa saja," kata Surachmat.

Ketika ditanya adanya pemberitaan media terkait sidang yang digelar hanya dua hakim, Kepala Pengadilan Negeri Surachmat menganggap bahwa media itu adalah lembaga koreksi.

"Media ini semacam lembaga koreksi juga buat kami, saat sidang itu dalam keadaan scorsing, dan saya sudah konfirmasi ke anggotanya memang dalam keadaan scor karena anggotanya kurang," jelasnya.

Meski diakui tidak ada masalah dalam internal PN namun dari hasil Wawancara dengan Andi Juniman diketahui memang belum ada koordinasi yang baik dengan humas itu.

"Karena humas yang bersangkutan tidak mengkonfirmasi lebih dulu kepada majelis hakim sebagai narasumber berita, itu yang kami keberartan," kata A Juniman.

Adapun terkait surat yang pernah dilayangkan ke media berisi permintaan untuk mencabut, meralat berita serta meminta maaf kepada masyarakat, Surachmat pun meminta maaf kepada awak media terkait surat itu.

"Surat itu adalah hak jawab, setiap orang yang diberitakan berhak untuk menjawab dan surat yang kami buat mungkin bahasanya seperti itu dari kami.

Tapi kalau bahasanya tidak pas bagi media itu kami minta maaf, karena bahasa media dan bahasa hukum itu berbeda," terangnya.

Oleh karena itu untuk menghindari terjadinya kesalah pahaman Surachmat berencana akan membuat media centre di Kantor Pengadilan Negeri Watampone agar bisa memudahkan wartawan dalam memperoleh informasi.