BPI: Semangat Perbaikan Ekonomi dan Lapangan Kerja Modal Kuat Prabowo-Sandi

BONEPOS.COM/Ist

BONEPOS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mencatat fenomena minimnya lapangan kerja era Jokowi-JK jadi isu serius di Pilpres 2019.

Panji Nugraha mengungkapkan, pihaknya mencatat mayoritas masyarakat mengakui kepemimpinan Jokowi-JK minim penciptaan lapangan kerja.

"Kita melihat belum ada elaborasi konsep penciptaan lapangan kerja yang begitu signifikan yang ditawarkan kepada masyarakat. Sehingga banyak angkatan kerja yang nganggur. Belum lagi yang bekerja tapi pendapatan rendah," terang Panji (Rabu, 3/4/2019).

Panji menyebutkan, konsepsi pembentukan lapangan kerja pemerintah tidak boleh terpaku pada eksploitasi sumber daya alam.

"Rakyat butuh kepemimpinan nasional yang jauh lebih kreatif terhadap upaya-upaya penciptaan lapangan kerja berkelanjutan dari semua pihak," tandasnya.

Panji juga menggarisbawahi kebijakan investasi asing yang kurang melibatkan mitra lokal. Sehingga tidak terbentuk peluang penciptaan lapangan kerja yang terintegrasi.

"Idealnya setiap investasi asing harus melibatkan mitra lokal bukan sebagai pelengkap. Akan tetapi sebagai mitra kerja yang setara. Termasuk, penguatan BUMN agar jadi mitra setara terhadap investor asing," tambah Panji.

Panji menambahkan, sepertinya fenomena ini, cukup dipahami oleh kandidat penantang petahana, pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Ia mengaku, keunggulan Prabowo-Sandi menawarkan semangat kebaruan ekonomi yang lebih segar serta pemberdayaan potensi lokal.

"Dibandingkan Jokowi-Ma'ruf, narasi-narasi ekonomi Prabowo-Sandi cenderung lebih menghipnotis masyarakat di berbagai kesempatan," tutup Panji.(*)