Pesan Banyak Lalu Cancel, Begini Kisah Ojol Malang Ini

BONEPOS.COM, Layanan pesan antar makanan merupakan salah satu fitur penyedia ojek online yang cukup praktis dan membantu saat lapar melanda. Sayangnya,  kondisi di lapangan masih banyak saja customer yang dianggap sebagai raja ini, berbuat sewenang-wenang kepada para driver.

Salah satunya adalah yang baru-baru ini dialami oleh seorang driver ojol bernama Aldi. driver ojol di Maros, Sulawesi Selatan ini hanya bisa mengelus dada ketika customer menolak untuk membayar pesanannya. Padahal, Aldi sudah menempuh perjalanan lumayan jauh untuk membelikan makanan tersebut. Aldi menempuh perjalanan dari dari Pettarani Makassar hingga Kabupaten Maros untuk mengantarkan pesanan.

Alasan si customer tidak mau membayar pesanan juga cukup mengesalkan, yaitu karena adanya selisih harga sebesar Rp 24 ribu antara total pembayaran di aplikasi dengan struk yang diberikan. Di aplikasi, total pembayaran yang tertera sebesar Rp 360 ribu, sementara di struk tertera Rp 384 ribu. Selisih ini bukan karena Aldi curang. Dia bahkan sudah memberitahukan sebelumnya mengenai selisih harga ini.

Nah, saat itu si customer sudah mengiyakan dan tidak mempermasalahkan selisih harga. Makanya Aldi merasa yakin untuk membeli pesanan tersebut. Tapi, ketika sudah diantarkan ke lokasi, customer malah memberikan jawaban yang berbeda. Dia tidak terima ada perbedaan harga tersebut dan tidak mau membayar pesanannya. Aldi pun kebingungan dengan ulah customer tersebut.

Tapi, dia tidak mau berdebat lebih jauh dengan customer keras kepala itu dan memilih untuk membawa pulang makanannya. Untungnya, ada rekan sesama driver ojol yang mengetahui kisahnya dan membeli semua makanan tersebut. Makanan itu lalu dibagi-bagikan kepada driver ojol yang lain. Kisah Aldi ini kemudian viral di media sosial dan membuat netizen geram dengan si customer.

Mereka ramai-ramai mengecam aksi customer yang tidak bertanggung jawab dan sangat merugikan tersebut.

"Kalo gak punya duit gausah lelaguan pesen-pesen makanan dah. mending dadar telor aja, murah Rp1.500. Lu kira driver mesen makanan bayarnya pake batu kolar apa," celoteh satu netizen.

"Kok banyak orang-orang yang kaya gini ya… Ga menghargai usaha orang, padahal untung juga ga seberapa," tulis netizen lain.

Nah, kalo seandainya customer itu memberikan rating dan review jelek di aplikasi, Aldi bakal kena suspend dari perusahaan, padahal jelas-jelas yang salah adalah customer. Celah inilah yang masih jadi polemik di kalangan driver ojol. Kalau menurut kamu, apa jalan keluar yang pas untuk memecahkan masalah ini?