Lagi, BRI Bone Dituding Gelapkan Dana Nasabah

Kantor BRI Cabang Bone, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Kabupaten Bone.

BONEPOS.COM, BONE - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dituding melakukan penggelapan dana milik nasabah-nya kurang lebih Rp 400 juta.

Tudingan penggelapan dana senilai ratusan juta itu datang dari ahli waris Almarhum Hapsalmal selaku pemilik rekening, melalui pengacaranya, Alwi Jaya SH, MH.

Dikatakan Alwi, saat itu, ahli waris dari almarhum Hapsalmal bersama dengan dirinya, datang ke BRI dan hendak mencairkan deposito milik almarhum.

Namun, beber Alwi, belakangan diketahui, ternyata deposito milik itu sudah dicairkan oleh istri siri almarhum yakni HB bersama dengan pengacaranya serta seorang oknum hakim di Pengadilan Negeri, Watampone.

"Klien kami kaget setelah mendengarkan informasi dari pihak BRI, kalau dana tabungan dan deposito milik almarhum sudah di cairkan," ungkap Alwi Jaya kepada Bonepos.com, Rabu, 10 April 2019.

Lanjut Alwi Jaya, terkait pencarian dana tersebut dibenarkan oleh pimpinan BRI, dimana dana tersebut telah cair pada tanggal 24 Oktober 2018 dengan menggunakan perwalian anak dari PN.

"Orangnya tidak berhak dan bukan ahli waris. Menurut undang-undang, penggunaan penetapan perwalian anak harus dibuat oleh Pengadilan Agama bukan dari Pengadilan Negeri," jelasnya Ilham.

Atas kejadian itu, pihaknya melayangkan somasi kepada pihak BRI Watampone agar menyelesaikan permasalahan tersebut, sebelum akhirnya ditempuh jalur hukum.

"Kami berikan waktu kepada pihak BRI untuk menyelesaikan ini. Jika tidak ada itikat baik maka kami akan menempuh jalur hukum lewat Kepolisian," ujarnya.

Terpisah, Kepala Cabang BRI Watampone, Rahardian Umar Dani yang dikonfirmasi mengaku sedang mengkonsultasikan masalah tersebut ke kantor wilayah Makassar.

"Mohon maaf pak, masih kami konsultasikan ke kantor wilayah Makassar, karena saya sendiri baru akhir januari (Bertugas) di Bone," ungkap Rahardian kepada Bonepos.com, Rabu sore tadi.