Petisi #JusticeForAudrey Tembus 3,2 Juta Tanda Tangan

BONEPOS.COM, Tagar JusticeForAudrey menyeruak di antara trending topik soal tagar dukungan pada capres 01 dan 02, Rabu 9 April 2019 malam.

#JusticeForAudrey yang sudah di-tweet lebih dari 2000 kali pada Rabu pagi, menyuarakan dukungan pada seorang siswi SMP ABZ (14) yang dikeroyok oleh sejumlah siswi SMA di Pontianak. Hampir bersamaan dengan tagar yang menjadi topik utama di twitter, petisi #JusticeForAudrey di change.org pun mendapatkan dukungan serupa. Pada Rabu sore pukul 18.30 WITA petisi ini sudah ditandatangi 3,2 jutaan.

Petisi dibuat oleh Fachira Anindy pada Selasa pagi dan ditujukan pada tiga institusi yaitu Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah Kalimantan Barat dan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.

Kronologis Pengeroyokan Disitat dari merdeka.com via liputan9, polisi masih berupaya mendalami motif pengeroyokan sebenarnya terhadap korban. Adanya keterkaitan masalah asmara pun masih sebatas dugaan motif pengeroyokan itu.

"Motifnya belum bisa kita tahu. Karena korban ini masih dirawat di rumah sakit. Yang ada itu, baru dugaan-dugaan ya," kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni Ramli, kepada Merdeka.com, Selasa, 9 April 2019.

Polisi juga menampik kabar di tengah aksi pengeroyokan, para pelaku juga menganiaya alat vital korban.

"Kalau keterangan korban, saat interogasi awal di Polsek (Pontianak) Selatan, itu tidak ada," ujar Husni.

"Kami pastikan, sementara ini, dari keterangan awal korban, itu (penganiayaan alat vital korban oleh pelaku pengeroyokan) tidak ada," tambah Husni.

Selain itu, Husni juga meluruskan kabar yang beredar di media sosial, korban dikeroyok 12 siswi SMA.

"Di Medsos, 12 pelaku itu tidak ada. Dalam keterangan korban, cuma 3 orang. Tapi, kita pasti akan meminta keterangan tambahan korban, kita tunggu kondisinya membaik," terang Husni.

Masih dijelaskan Husni, kepolisian sendiri, dalam hal ini tim unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polresta Pontianak, belum mengetahui pasti penyakit yang diderita korban pengeroyokan itu.

"Kita tidak tahu korban sakitnya apa," ungkap Husni. "Karena, korban membuat aduan di Polsek Selatan, 7 hari setelah kejadian. Kemudian dirawat, setelah dari Polsek.

Jadi, seminggu setelah kejadian, korban baru dirawat. Maka dari itu, kita minta rekam medis untuk penyelidikan. Sakit apa sih korban ini," tutup Husni.