Jika Terpilih di Pilpres, Prabowo-Sandi Janji Tidak Ambil Gaji

BONEPOS.COM, JAKARTA - Pasangan calon Presiden dan wakil Presiden Prabowo dan Sandiaga Uno berjanji tidak akan mengambil gaji-nya jika terpilih pada Pilpres 2019.

"Kami berkomitmen untuk tidak ambil gaji serupiah pun jika kami dapat amanah ini," kata Sandi pada closing statement-nya di debat pamungkas Pilpres 2019, di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019.

Sandiaga mengatakan gaji yang seharusnya diterima jika Dia bersama Prabowo terpilih itu akan akan diberikan kepada sejumlah pihak kepada negara, kaum Yatim dan Duafa

Selain itu, pada peryataan terakhirnya, Sandi juga menegaskan bahwa jika diberi amanah oleh rakyat dia dan Prabowo berjanji akan menghadirkan pemerintahan yang bersih dan kuat.

"Insya Allah saya dan Pak Prabowo akan menghadirkan pemerintahan yang bersih dan kuat, untuk itu, Saatnya ajak kerabat ke TPS. Karena TPS itu adalah Tusuk Prabowo Sandi," ungkap Sandiaga.

Untuk diketahui, gaji Pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi Negara diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 75 tahun 2000 dan Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001.

Terkait gaji Presiden dan Wakil Presiden RI, juga diatur dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam Pasal 2 Undang-Undang No. 7 Tahun 1978, tercantum bahwa gaji pokok Presiden adalah enam kali gaji pokok tertinggi pejabat di Indonesia selain Presiden dan Wakil Presiden.

Sementara gaji pokok Wakil Presiden adalah empat kali gaji pokok tertinggi pejabat selain Presiden dan Wakil Presiden.

Jika dijumlahkan, dalam peraturan tersebut maka tunjangan untuk Presiden berikut gajinya yakni sebesar Rp 62,740.000 per bulan.

Sementara itu, untuk Wakil Presiden setiap bulan mendapatkan gaji dan tunjangan sebesar Rp 42.160.000 perbulannya.