Peserta UNBK Kejar Paket C Banyak Absen, Ini Penjelasan Disdik

BONEPOS.COM, BONE - Pelaksanaan Ujian Nasional Berstandar Komputer (UNBK) Kejar Paket C hari kedua, Sabtu, 13 April 2019 yang dipusatkan di beberapa lokasi tak semua siswa mengikuti. Sebanyak 1.154 orang dari peserta yang terdaftar, ada hampir 50 persen peserta di sejumlah PKBM yang absen atau tak hadir dalam UNBK dengan jadwal Matematika serta Sosialogi Antropologi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, melalui Kasi Kesetaraan Asis mengatakan, pada pelaksanaan UNBK Kejar Paket C, ada 10 lembaga yang mengikut sertakan warga didiknya untuk mengikuti UNBK antara lain PKBM Al-Mujahidin, Mattiro Deceng, Rashara, Mawar, Al-Aziem, Anugrah, Nabila Fatwa, Sehati, SKB dan Armila.

Menurut Asis, kebanyakan peserta yang absen memiliki bermacam-macam alasan misalnya terkendala di tempat kerja, pindah luar kota dan lain sebagainya.

"Padahal mereka semua ini sudah belajar, berarti peserta sudah mengetahui ada UNBK tetapi banyak yang tidak hadir," ujar Asis.

Mengenai UNBK susulan bagi yang tidak hadir, Asis memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengikuti UNBK susulan khusus peserta yang terkena bencana alam dan absen karena orang tuanya meninggal atau pernah ikut tapi tiba-tiba sakit.

"Susulan bisa diusahakan. Kalau ada alasan dan daya dukung yang meyakinkan tersebut. Tapi kalau tidak ada laporan sama sekali sudah pasti gugur dan tidak ada UN susulan," kata Asis sembari menyebut peserta telah diinformasikan melalui ponselnya masing-masing.

Senada diungkapkan Kepala SKB Surianto bahwa peserta yang absen kebanyakan tidak ada laporan ke lembaga. "Ini bukan lagi kesalahan lembaga karena semua sudah kita hubungi bahkan mereka sudah dibekali tentang keterampilan komputer," kata Surianto.

Sementara itu peserta UNBK Kejar Paket B berjumlah 706 orang akan mengikuti UNBK mulai 10-5 Mei 2019 yang diikuti sebanyak 11 lembaga PKBM dengan peserta tambahan dari PPS Hidayatullah Kelurahan Panyula.