Apel Gelar Pasukan, Ini Himbauan Kapolres Sinjai

BONEPOS.COM, SINJAI - Polres Sinjai melaksanakan kegiatan Apel Gelar Pasukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Keselamatan 2019, dengan tema "Meningkatkan Kesadaran Dan Kepatuhan Masyarakat Milineal Dalam Berlalu Lintas Guna Terciptanya Kamseltibcar Lantas Yang Promoter". Senin pagi 29 April 2019

Pemimpin Apel Kapolres Sinjai Ajun Komisaris Besar Polisi AKBP Sebpril Sesa, saat membacakan amanat seragam Kepala Korps Lalu Lintas Polri, yang
dihadiri oleh Asisten I Pemkab Sinjai DR. Muhlis Isma yang mewakili Bupati Sinjai, Ketua DPRD Sinjai Abd.Haris Umar, Dandim 1424 Sinjai Letkol Inf. Oo Sahrojat, dan yang mewakili ketua pengadilan negeri sinjai Agung Nugroho Sulitio, yang mewakili Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sinjai, yang mewakili Kasat Pol PP Kabupaten Sinjai, serta pejabat utama Polres Sinjai, para Kasat, Kapolsek jajaran Polres Sinjai dan seluruh perwira staf Polres Sinjai.

Kegiatan diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Inspektur upacara dilanjutkan dengan pemasangan pita kepada masing - masing perwakilan dari Polri, TNI- AD Kodim 1424 Sinjai, dan dari satuan Pol PP tanda dimulainya operasi.

Adapun peserta upacara gelar pasukan gabungan instansi yang terdiri dari 1 (satu) Platon personil staf gabungan Polres Sinjai, 1 (satu) Platon personil sat lantas polres sinjai, 1 (satu) Platon gabungan reskrim, intelkam, res narkoba, 1 (satu) Platon personil sat sabhara Polres Sinjai, 1(satu) Platon TNI-AD Kodim 1424 sinjai, 1 (satu) Platon Dinas Perhubungan Sinjai, 1 (satu) Platon sat Pol PP, 1 (satu) dan 1 (satu) regu Dinas Kesehatan Sinjai.

Amanat Kakorlantas Polri yang dibacakan Kapolres Sinjai yang intinya mengatakan bahwa Apel gelar pasukan ini dilaksanakan pasca Pileg dan Pilpres tahun 2019 serta cipta kondisi menjelang bulan suci ramadhan 1440 H, serta untuk
mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya sehingga kegiatan Operasi dapat berjalan dengan Optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah di tetapkan.

Selanjutnya mengatakan bahwa sasaran operasi keselamatan tahun 2019 diprioritaskan terhadap 7 (tujuh) prioritas pelanggaran lalu lintas diantaranya, menggunakan handphone saat mengemudi, tidak menggunakan Safety Belt, menaikkan dan menurunkan penumpang dijalan tol, melawan arus lalu lintas, mengendarai kendaraan dibawah umur pengaruh alkohol / miras / narkoba, mengemudikan kendaraan dibawah umur, melebihi batas kecepatan maksimal dan menggunakan bahu jalan bukan peruntukannnya.

"Pelaksanaan operasi keselamatan diharapkan dapat mendorong tercapainya tujuan operasi yaitu meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dijalan raya, Meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalulintas, menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas," kata Sebpril Sesa.

Sebagaimana diketahui, untuk pelaksanaan Operasi Keselamatan tersebut akan berlangsung selama 14 hari yang dimulai tanggal 29 April 2019 s/d tanggal 12 Mei 2019. (*)

Penulis: Suparman Warium