Apel Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Gelar Simulasi Penanganan Gempa Bumi

BONEPOS.COM, BULUKUMBA - Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke 23 Tahun 2019 di Lapangan Pemuda Bulukumba, Senin 29 Mei 2019.

Usai pelaksanaan Apel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba melakukan aksi simulasi terkait penanganan bencana gempa bumi di lapangan.

“Suatu pagi, saat warga sedang melakukan aktifitas kesehariannya, tiba-tiba terjadi gempa berkekuatan 4,3 skala rikhter. Seketika meruntuhkan seluruh bangunan, akibatnya banyak orang yang terjebak dalam reruntuhan bangunan, serta menimbulkan banyak korban,”ucap narator dalam membuka aksi simulasi yang diperagakan oleh Tim Reaksi Cepat BPBD Bulukumba.

Pada aksi itu, kepala desa setempat langsung menghubungi Kepala BPBD via telepon dan melaporkan kejadian gempa yang baru saja terjadi.

“Siap pak, kami segera kirim personil ke lokasi kejadian,” jawab Kepala BPBD di seberang telepon.

Sesaat kemudian, personil tiba di lokasi bencana, mereka tampak melakukan evakuasi terhadap korban di salah rumah yang runtuh. Saling berbagi tugas, ada yang membangun tenda darurat, ada yang memantau kondisi korban, ada yang memotong sisa bangunan untuk mempermudah akses evakuasi korban yang berada di dalam rumah. Aksi selesai dengan penyelamatan korban yang luka. Ada pun korban “meninggal” dimasukkan di kantong jenasah.

Wakil Bupati (Wabup) Tomy Satria Yulianto yang menjadi Pembina Apel menyampaikan sambutan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB). Dikatakannya, tren bencana Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Data menunjukan bahwa pada tahun 2018 jumlah kejadian bencana sebanyak 2.572 dan telah mengakibatkan korban manusia sebanyak 4.814 meninggal dan hilang, 21.064 orang luka-luka, dan 10,2 juta orang mengungsi serta dengan kerugian mencapai lebih dari 100 triliun rupiah, baik kerugian material maupun lainnya. Olehnya itu, dengan memahami risiko, maka kita dapat mengetahui hal-hal apa saja yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan kapasitas sehingga risiko tersebut dapat diperkecil.

“Slogan (Siap untuk Selamat) mengedepankan empat hal, yaitu pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan dan peringatan dini,” kata Tomy membacakan sambutan.

Turut hadir dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana, Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan, Dandim 1411 Letkol ARM Joko Triyanto, Ketua MUI Bulukumba H Tjamiruddin serta para pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

Penulis:Iwan Taruna