Hasrul Harahab Anak Pengembala Sukses Melenggang ke DPRD Bone

BONEPOS.COM, BONE - Hasrul Harahab, tak banyak yang mengenal nama dan sosok ini di Bone. Bahkan di beberapa figur-figur politisi lokal pun masuk sangat jarang yang mengenalnya. Namun, siapa sangka, sosok sederhana dan murah senyum ini adalah peraih salah satu kursi untuk melenggang ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bone melalui Partai Hanura di dapil 3 Bone yang meliputi Salomekko, Kajuara, Patimpeng, Kahu dan Libureng.

Ditemui bonepos.com,saat rekapitulasi suara tingkat kabupaten di Hotel Novena jl. Ahmad Yani Bone, Hasrul menyatakan optimis lolos.
"Insya Allah lolos dan itu semua berkah doa dan bantuan teman-teman semua, terutama kalangan Jurnalis," tuturnya.

Partai Hanura sebelumnya memang memiliki kursi di dapil itu untuk DPRD Bone. Namun, Hasrul sukses menggantikan posisi Rizal yang sebelumnya merupakan incumbent partai Hanura disana. "benar-benar butuh kesabaran dan proses yang membutuhkan energi ekstra". Ujarnya.

Hasrul Harahab, sukses mewakili masyarakat Bone di wilayah Selatan tersebut dengan capaian suara pribadi sebesar 2.918 Untuk mendapat angka itu bukanlah hal yang mudah bagi pria yang nomaden ini. Lahir di Patanangka, Tompobulu Kecamatan Libureng pada 18 September 1988 tak membuatnya berdomisili tetap disana.

Hasrul di masa kecil tinggal bersama neneknya dan membantu menggembala sapi di Desa Tompobulu Kecamatan Libureng Bone adalah Desa yang terpencil waktu itu jalan untuk ke Desa itu sangat memperihatinkan di saat musim hujan bahkan sepeda motor pun sulit melintasinya dan jaringan PLN waktu itu juga belum ada. membuat Hasrul harus sering ikut berpindah mengikuti orang tuanya mengadu nasib. Tercatat, Hasrul kecil pernah bersekolah di SD Lalomasea Sulawesi Tenggara dan melanjutkan pendidikan di SMP 2 Libureng Kabupaten Bone. SMAnya di Rumbia Sultra.

Fase-fase tantangan hidup yang nomaden seperti itu, membawanya menjadi pribadi yang ulet tangguh. "Kala kuliah sarjana di Fakultas Hukum UMI, saya dibiayai hanya sampai semester 4, selebihnya saya berusaha mandiri, setidaknya mengurangi beban keluarga." ungkap calon magister hukum itu.

Jauh dari publisitas, sosoknya kerap wara-wiri dalam dunia konsultan politik. PT.LSI, IPI, insert institute dan Index Politik Indonesia.

"saya mulai dari bawah, jadi surveyor pertama di Pilgub Sulsel, periode kedua pak SYL" kenangnya.

Menjadi suksesor banyak moment politik terutama di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) membuatnya memiliki insting dan referensi kuat tentang strategi meraup simpati dan pilihan rakyat.

Pria 2 bersaudara ini pernah terlibat dalam pengawalan pilkada Sulsel, Bombana, Kolaka Timur, Buton, Baubau, Maluku Tenggara, Pelambang, Banyuasin, Kerinci dan beberapa daerah lainnya.

Direkrut menjadi konsultan politik, bukanlah hal yang mudah. Butuh kecakapan penguasaan politik akar rumput. Namun, bagi Hasrul hal tersebut tidaklah susah. Proses selama kuliah menempanya menjadi pribadi yang tak mudah menyerah. "dulu sewaktu kuliah, sya juga aktivis kader HMI,UPPM, Senat FH UMI, KEPMI BONE, suka juga menjadi orator demo bersuara untuk keadilan saya bahkan sampai Jakarta berjuang waktu itu, jadi ketika bertutur dengan masyarakat saat sosialisasi, sudah ada modal". Terangnya.

Di akhir pertemuan, calon megister Hukum Umi ini kembali menyatakan terima kasih atas dukungan segenap warga dapil 3 Bone dan teman-teman tim serta media. "tolong juga saya senantiasa diingatkan untuk tetap mengawal aspirasi warga demi kesejahteraan masyarakat, setelah dilantik nanti," tutupnya.

Penulis:Amry Amas