15 Caleg Petahana DPRD Bone Diprediksi Tumbang, Ini Daftarnya

BONEPOS.COM, BONE - Sedikitnya 15 orang Calon Anggota Legislatif (Caleg) petahana di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone, diprediksi tumbang dalam kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 ini.

Meski hasil resmi KPU Bone belum diumumkan, namun hal tersebut sudah hampir dipastikan, terlebih lagi setelah proses rekapitulasi dan pleno KPU Bone untuk seluruh Daerah Pemilihan hampir selesai.

Dari informasi yang dihimpun Bonepos.com, Minggu, 5 Mei 2019, hampir setiap dapil di Bone, terdapat caleg petahana yang disebut-sebut gagal lolos ke DPRD.

Seperti di Dapil I Bone misalnya, sebanyak 6 Caleg Petahana di dapil ini, hampir dipastikan tumbang di Pileg tahun ini. Mereka adalah Hj Mintayu Syamsuddin, Roslan dari Partai Golkar, Efendy dari PKS, Abd Rahman dari PAN, Rusdi dari PKB dan Rismono dari partai Hanura.

Sementara itu untuk wilayah Dapil II Bone, terdapat 3 orang Caleg Petahana yang diprediksi tumbang, yakni, Andi Saiful dari PPP, Abd Rahim dan Jusmiati Sudirman dari partai Golkar.

Selanjutnya untuk wilayah Dapil III Bone, terdapat 2 orang Caleg petahana yang juga diprediksi gagal terpilih, mereka adalah Andi Yusuf Akbar dari partai Golkar dan Risal partai Hanura.

Kemudian untuk Dapil IV Bone, terdapat 2 orang Caleg petahana yang juga disebut-sebut gagal melenggang kembali ke DPRD Bone, mereka adalah A. Ashar dari partai Gerindra dan Usman dari PAN.

Hal yang sama juga terjadi di Dapil V Bone, setidaknya ada 2 orang Caleg petahana yang diprediksi gagal terpilih lagi, mereka adalah Syamsul Bahri dari Partai Golkar dan H Ramlan dari PKS.

Pengamat Politik Sulsel, Ismail yang dimintai tanggapanya menilai, tidak terpilihnya lagi caleg petahana dihampir seluruh Dapil di Bone salah satunya disebabkan investasi sosial Caleg di masyarakat.

"Masyarakat kan menaruh harapan besar selama Caleg petahana ini menjabat sebagai wakil rakyat, nah ketika ada harapan masyarakat yang tidak terwujud pastinya Caleg ini ditinggal pemilihnya," kata Ismail kepada Bonepos.com, Minggu malam.

Selain itu, kata Dia, munculnya partai baru yang mengusung figur-figur populis dalam kontestasi memperebutkan kursi Dewan, juga cenderung meningkat, sehingga para pendatang baru itu justru mengungguli sejumlah politisi lama, salah satunya adalah Partai Perindo.

"Begitu juga dengan partai-partai lama, seperti Golkar, Demokrat, Gerindra, PKS serta PKB yang menampilkan caleg-caleg baru yang juga mampu bersaing dengan caleg petahana sehingga caleg petahana kalah dalam kontestasi 5 tahunan ini," tambahnya.

Sementara itu, terkait pengaruh ekor jas Pilpres, menurutnya, hal itu terlalu banyak memengaruhi dan tidak memberikan efek kejut terhadap elektabilitas para Caleg, baik dari partai pengusung Joko Widodo-Maaruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga.

"Ini tidak berpengaruh, buktinya saat ini hasil Situng KPU, Jokowi-Ma'Ruf unggul di Bone, namun prediksi perolehan kursi dari partai Golkar dan Nasdem sebagai partai pengusung Jokowi-Ma'Ruf justru malah berkurang di Bone," ungkapnya.

Untuk diketahui, pada Pemilu tahun 2014 lalu, Golkar berhasil meraih 15 kursi di DPRD Bone, namun pada Pemilu 2019 ini Golkar diprediksi kehilangan 6 kursi. Sedangkan Nasdem yang sebelumnya memiliki 5 kursi, diprediksi kehilangan 1 kursi di DPRD.

Dengan demikian, Golkar bukan lagi pemilik kursi mayoritas di DPRD Bone, sementara itu terkait Nasdem yang diprediksi hanya memperoleh 4 kursi DPRD dipastikan kehilangan posisi wakil Ketua DPRD digantikan oleh Partai Demokrat yang dipastikan telah mengunci 5 kursi di DPRD.

Penulis:Admin