Tolak People Power Ini Kata Rektor IAIN Prof Dr A Nuzul

BONEPOS.COM, BONE - Rektor IAIN Bone Prof. Dr. A. Nuzul, SH., M.Hum menganggap people power bukan hal yang baik dan tidak perlu di lakukan ,hal tersebut disampaikan saat di hubungi mengatakan
Dari awal Kita harus melihat dulu kedudukan yang menjadi sebab rencana dari orang tertentu untuk melakukan tindakan people power tersebut.

Ini kan pemilu dan juga dugaan terjadinya kecurangan ini kan harus ada data yang mendukung bahwa betulkah itu terjadi kecurangan dan jika terjadi kecurangan bukan people power yang menjadi alternatif dan yang menjadi pilihan untuk bisa menyelesaikan kecurangan itu.
Dan pemilu ini di laksanakan oleh lembaga-lembaga konstitusional yang di jamin dalam undang-undang dasar kita.

Kalau pemilu itu sifatnya konstitusional yang kita harus lindungi dengan baik dan penyelenggara ini tidak akan mengambil resiko yang hanya menguntungkan satu kelompok saja.

Jika terbukti terjadi kecurangan harus di selesaikan secara mekanisme yang tentunya akan berhadapan dengan Bawaslu dan Mahkama Konstitusi yaitu lembaga yang diakui maka harus juga di selesaikan secara konstitusi bukan melalui people power dan jika terjadi kecurangan sistemis yaitu penyimpangan menurut mekanisme yang di jamin konstitusi, bukanlah people power jawabanya.

Di dalam lembaga-lembaga juga terdapat partai politik, jadi people power itu bukan yang terbaik bahkan tidak perlu dilaksanakan,karna dengan pemilu masyarakat yang dapat menentukan kemenangan,tapi jika dengan people power ini dilaksanakan maka ada kelompok yang ingin menghadap-hadapkan masyarakat.

kita sebagai anak bangsa harus menyadari,bukankah dari awal kita menyepakati menyatakan "siap menang,siap kalah
kalau pun hal itu tetap dilakukan maka hal ini tidak bagus dari pendiri bangsa".

harapan sebagai orang bugis bone jangan terprovokasi , bahwa marilah kita menjaga bangsa kita dengan menerapkan"si pakatau,sipakalebbi dan si pakainge" maka kita bisa hindari tindakan seperti itu ,karna orang bone memiliki sifat saling menjaga