Sejumlah Pasar Kecamatan Terkesan Semrawut, Komisi III DPRD Sinjai Gelar Rapat

BONEPOS.COM, SINJAI - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengadakan rapat bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) terkait Penataan dan Pemanfaatan Pasar Kecamatan di Ruang Rapat Komisi III, Senin 20 Mei 2019.

Rapat ini dipimpin Ketua Komisi III H.Bahar dan didampingi Mappahakkang, Muh. Amsul, A. Wirawan Hamsah, Ir. Arianto, Ibrahim, A.Hartati Malkab, Nurfadamayanti, plt Kadis Perindag Ir. H.Ramlan Hamid serta para staf Perindag.

Saat memimpin rapat, H.Bahar mengatakan bahwa rapat tersebut diadakan untuk mengetahui sejauh mana penataan dan pemanfaatan pasar yang ada di Kecamatan, karena banyaknya aspirasi yang masuk di DPRD terkait pasar yang ada di Kecamatan seperti pasar yang berada Sinjai Selatan, Sinjai utara dan TPI Lappa.

Plt Kadis Perindag Ir.H.Ramlan Hamid memaparkan alasan Dinas Perindag sampai saat ini pasar-pasar belum di fungsikan sebagaimana adanya.

Menurut pengakuan Ramlan, bahwa persoalan pasar yang ada di Pasar Sentral memang mempunyai kendala lantaransejumlah kios yang ada tidaklah sesuai dengan nama dalam daftar.

"Jadi kendalanya adalah kios yang ditempati oleh para pedagang bukanlah nama yang ada dalam daftar, namun orang lain. Maka dari itu pihak Dinas Perindag sudah mendata semua masyarakat yang berdagang. Komitmennya adalah yang menempati kios atau yang berjualan harus sesuai dengan daftar. Dan itulah yang akan menempati kios tersebut," tegas Ramlan.

Kemudian terkait pasar yang ada di TPI Lappa di 2019 ini pihak Perindag akan membenahi dan mengatur sesuai data yang ada dan akan mengevaluasi semua pedagang yang ada disana untuk membangun kios di lokasi tersebut dengan syarat yang akan didata di prioritaskan pedagang yang sudah lama.

Selanjutnya terkait pasar yang ada di Sinjai Selatan yang terkesan sembraut dan tidak teratur karena banyaknya pedagang yang tidak menggunakan kios didalam lokasi tetapi menggunakan di luar lokasi sehingga terkesan yang sembraut, akan ditertibkan setelah lebaran.

Berbanding terbalik dengan Muh. Amsul, menurutnya pasar yang ada di pasar Sinjai Selatan tidak sama dengan pasar yang ada di daerah lainnya karena lokasinya yang sempit sementara masyarakat yang berada didaerah lain contohnya di daerah tanete juga datang berdagang dipasar tersebut.

”Sepanjang pasar tetap di lokasi tersebut dan tidak dipindahkan akan begitu terus dan sembraut karena lokasinya sempit sementara masyarakat luar banyak yang datang berjualan disitu ” pungkasnya.

Sementara itu Mappahakkang memberikan saran kepada Perindag terkait pendataan pedagang yang akan mendapatkan tempat agar kembali ke data awal dan memprioritaskan pedagang yang di Dalam Sinjai bukan di luar Sinjai sehingga nantinya tidak terjadi keributan di masyarakat.

” Saya berharap Dinas Perindag akan menyelesaikan persoalan yang ada di Pasar dan bisa menertibkan pasar tersebut “

Akhir dari rapat tersebut, H.Bahar yang memimpin rapat menarik kesimpulan bahwa dari DPRD siap mendukung penuh tindakan-tindakan yang akan di lakukan oleh Dinas Perindag dan persoalan ini tanggung jawab Pemerintah, DPRD serta dinas terkait.

” Kami dari DPRD mengapresiasi Perindag karena ada kemauan untuk menindaklnjuti persoalan ini serta kami akan mendukung penuh tindakan-tindakan yang akan di lakukan oleh Dinas Perindag ” tutupnya. (*)