Keterbatasan Tidak Menghalanginya Menghafal Al-Quran

BONEPOS.COM, PAREPARE - Keterbatasan tidak menghalanginya untuk menghafal Al-Qur'an, seperti yang dirasakan oleh Arief Mursalim (29) salah satu peserta "Daurah 10 Hari Menghafal Al- Qur'an" yang memiliki keterbatasan fisik.

Daurah yang dilaksanakan oleh DPD Wahdah Islamiyah Pare-Pare, Forum Ukhuwah Mahasiswa dan Pelajar Islam Pare-Pare (FUMIPARE) dan Mahasiswa STIBA Makassar ini berlangsung selama 10 hari, 9 - 19 Mei 2019 di Masjid Jami Quba Jl. H. Muh. Arsyad Pare-Pare.

Kegiatan penutupan Daurah 10 hari menghafal Al-Quran ini menghadirkan pemateri dari Kabupaten Bone, Panca Sakti Kamal yang juga mahasiswa dari Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia.

Panca Sakti Kamal yang juga Ketua Komunitas Pemerhati Dakwah (Koperda) Bone Selatan ini, dalam ceramahnya berharap para penghafal Al-Quran ini, kelak akan menjadi bagian dari keluarga khusus Allah SWT di akhirat kelak.

“Semoga kita termasuk keluarga khususnya Allah, di Akhirat kelak” harapnya.

Sebagaimana dalam Hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, Rosulullah bersabda :
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al-Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya” (HR. Ahmad).

Panca menilai para peserta cukup antusias mengikuti kegiatan ini, tak terkecuali Arief Mursalim yang memiliki keterbatasan namun memiliki semangat yang tinggi untuk menghafal Al-Qur'an.

"Ia memiliki keterbatasan, namun semangatnya untuk menghafal Al Quran sangat luar biasa" ungkapnya.

Meskipun memiliki keterbatasan dari penglihatan dan pendengarannya namun Arief Mursalim tidak patah semangat dalam menghafal Al-Qur'an.

"Beliau rajin dan semangat , namun beliau juga terbatas dari penglihatan dan pendengaran. Bacaannya masih terbatas karena terbatas di pendengaran" ungkapnya.

Penulis:Julfiadi