Inilah Kreatifitas Mahasiswa UIN Alauddin Galang Dana di Bulan Rhamadhan

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Kreatifitas dari mahasiswa UIN Alauddin Makassar sangat di acungi jempol karena mereka memanfaatkan bulan Ramadhan yang suci ini dengan melakukan penggalangan dana di gerbang keluar kampus tanpa rasa malu. Sabtu (18/05/2019)

Sejak matahari mulai terbit di bagian barat kampus yang sering di sebut dengan kampus peradaban yang berbada di Gowa Samata ini banyak kita lihat mahasiswa yang berada di pinggir jalan menjual aneka takjil untuk berbuka puasa. Mulai dari es buah,es melon,sop buah,pisang ijo dan lain-lainnya.

Salah satu penjual takjil yang sempat saya ajak bicara sore dari Jurusan Kesejahteraan Sosial angkatan 2018 dan kebetulan satu fakultas dengan saya yaitu Fakultas Dakwah Dan Komunikasi yang merupakan Fakultas Bermatabat “kata Khumairah salah seorang dari mereka yang menjawab ”.

Saya mulai mendekati mereka dan penasaran dengan takjil yang mereka jual itu. “ Dek jual takjil apa ? “Tanya saya “ jual es melon segar manis kak “ dengan sedikit senyuman yang dilemparkan ke wajah saya”

Apa-apa saja bahan untuk membuat es melon segar manis ini ? Dengan sontak khumairah seorang dari mereka menjelaskan secara rinci proses pembuatannya dari mulai membeli bahan sendiri sampai membuat isian dari es melon itu “sambil memperlihatkan isian yang sudah di tata rapi dibagian bawa meja meraka.

Sambil melayani pembelinya mereka dengan sabar menjawab pertanyaan yang saya lontarkan “ Dek kira-kira modal awanya bikin es melon segar manis ini berapa yah ? “kalau modalnya itu kak sekitaran Rp.150.000 dan kita sudah dapat 50 gelas ukuran 12 cm.

Lanjutnya lagi bercerita sambil menata jualan mereka di atas meja, “dalam penjualan takjil ini berapa biasanya keuntungan yang kalian dapat,kalau misalnya laku semua ? Harga 1 gelas es melon segar manis ini kami jual dengan harga Rp.5000 jadi kami buat 50 gelas dikali Rp.5000 berarti totalnya itu Rp.250.000

Ide nama jualannya dari mana ? "katanya mereka kalau di bilang es melon saja pasti banyak saingan namanya jadi ada salah satu ide dari teman kami Akbar katanya lebih menarik kalau di tambah segar manis supaya menarik pembeli jadi kami ambil saranya jadilah es melon segar manis.”Ujar Khumairah"

Tak sampai di situ saya berbincang-bincang mengapa mereka melakukan penggalangan dana ini “saya dan teman-teman melakukan penggalangan dana ini untuk mencari dana sebagai tambahan dana melakukan inagurasi kak” Ucap Furqan selaku Ketua Panitia.

Setelah saya bertanya tentang apa saja bahan-bahan yang digunakan, berapa keuntungan yang di dapatkan dan untuk apa mereka menjual takjil seperti ini.

Saya penasaran dengan satu pertanyaan ini dan langsung saya lontarkan kepada Furqan, “Apakah kalian tidak malu menjualan takjil di depan kampus ?” Dengan sigap langsung menjawab “tidaklah kak, malahan kami merasa bangga karena ini merupakan pengalaman pertama kami merasakan yang namanya mencari uang sendiri untuk melancarkan kegiatan kami”.

Suatu kebanggaan dari kami dan sangat mahal saya rasa bisa berkumpul dan bersama-sama seperti saat ini karena kita tidak tau apakah kita masih bisa bersama-sama seperti ini tahun depan di bulan suci ini.” Ungkap Furqan yang sangat bersemangat”

Ketika mengatakan itu saya sangat merinding mungkin karena saya sudah mengalaminya langsung bagaimana proses kita berorganisasi yang harus memiliki jiwa kreatifitas yang tidak di dapat dari bangku perkuliahan.

Mengapa mereka melakukan penggalangan dana di bulan ramadhan ini padahal kan lebih enak di rumah saja atau pergi ngabuburit atau buka puasa bareng dengan teman-teman tidak capek-capek menjual seperti ini, mereka menjawab berkah juga kakak kalau menjual di bulan ramadhan.

Tak terasa sekali waktu menunjukkan akan menanti berbuka puasa sebentar lagi, dan jualan merekapun hampir habis, serasa sebentar sekali waktu yang kami gunakan untuk berbincang.

Tetap semangat dan teruslah berproses karena setiap keinginan pasti ada jalannya, jangan pernah bosan untuk beproses karena proses tidak akan pernah menghiatu hasilmu kawan

Penulis:Winda Sari