PJ Wali Kota Makassar Kunjungi 4 Pulau Terluar

BONEPOS.COM, MAKASSAR — PJ Wali Kota Makassar Dr M Iqbal S Suhaeb mengunjungi empat pulau terluar Makassar yakni Pulau Lanjukang, Pulau Langkai, Pulau Lumu-Lumu, dan Pulau Lae-Lae, Kamis (30/5/19).

Ia bertolak Pukul 07.00 Wita melalui Dermaga Anjungan bersama rombongan Dinas Pariwisata Kota Makassar dan beberapa Asisten serta Staf Ahli Wali Kota.

Pulau pertama yang ia kunjungi yakni Pulau Lanjukang. Pulau Lanjukang merupakan pulau terluar wilayah Kota Makassar yang masuk dalam Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Sangkarrang.

“Kunjungan kita memang untuk melihat sekaligus mengecek ketersediaan sarana dan prasarana di pulau terluar Kota Makassar, dan kami menemukan beberapa hal yang tak laik,” ucap Iqbal.

Tak layak menurut Iqbal seperti fasilitas pendidikannya. Kelas yang hanya dilapisi dinding tripleks, bangku dan meja tidak ada.

Sama halnya ketika mengunjungi pulau Langkai ia menyempatkan diri untuk mengunjungi Satap SMPN 43 Makassar Pulau Langkai, Kecamatan Ujung Tanah.

Ia menemukan atap kelas yang bocor, dan beberapa fasilitas yang sudah tidak memadai.

“Kalau di Lanjukang dan Langkai cukup memperhatikan kursi untuk anak SD dan SMP harus dibenahi. Siswa disini harus mendapatkan hal yang sama dengan siswa yang berada di kota,” ungkapnya.

Tak hanya itu, keempat pulau yang dikunjungi semuanya memiliki masalah yakni ketersediaan listrik yang sangat minim.

“Pulau Lanjukang itu cuman 2 jam listriknya, Langkai itu cuman 6 jam, Lumu-Lumu cuma 5 jam. Semua ini harus kita perlahan benahi,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya, Iqbal juga menyempatkan dirinya mengunjungi salah seorang warga yang memiliki anak kembar tuna rungu. Namun, keduanya itu bisu dan satu saudaranya sudah meninggal dunia.

Iqbal memberi santunan berupa uang tunai untuk membantu hidup keluarga kecil itu. Pekerjaan ibunya, Musdalifa (54) hanya tukang cuci serabutan.

“Saya sangat terharu atas kunjungan Pak Wali Kota Makassar. Kami sangat berterima kasih,” kata Musdalifah.

Ia berharap agar Iqbal terus memperhatikan kehidupan masyarakat di pulau khususnya pulau terluar Makassar.

Penulis:Ahmad Rusli