Hebat, Tiga Mahasiswa Unhas Ini Ciptakan Kaca Mulut Multifungsi

Mereka adalah Andi Muhammad Rizal Lazuardi, Ansyari Muis, Harun H. Lala bersama pembimbingnya Dr. drg. Irene E. Rieuwpassa.

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Tiga Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, berhasil menciptakan prototype kaca mulut multifungsi dalam bidang kedokteran gigi.

Kaca mulut multifungsi ini diciptakan dari hasil kolaburasi tiga mahasiswa yang tergabung dalam dua Fakultas yakni Kedokteran Gigi dan Fakultas Teknik Mesin.

Mereka adalah Andi Muhammad Rizal Lazuardi sebagai ketua tim dan Ansyari Muis sebagai anggota serta Harun H. Lala sebagai anggota dimana di bimbingan langsung oleh Dr. drg. Irene E. Rieuwpassa.

Ansyari kepada Bonepos, Sabtu, 1 Juni 2019, menuturkan, bahwa trobosannya tersebut terwujud melalui dana hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan judul "Three In One Dental Mirrror: Inovasi Alat Oral Diagnostic Dalam Bidang Kedokteran Gigi".

Selanjutnya, kata Dia, dengan ciptaannya itu, mereka akan berjuang untuk mengikuti seleksi dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang akan digelar di Universitas Udayana, Bali, tahun ini.

"Ide awal pembuatan kaca mulut ini berawal dari pengalaman kami dalam menggunakan kaca mulut konvensional pada saat melakukan clinical skill lab di Laboratorium Konservasi FKG Unhas," ungkap Ansyari.

Dijelaskannya, bahwa kaca mulut yang digunakan sangat sulit untuk dibersihkan ketika permukaan kaca terkena air maupun debris terlebih ketika kita telah menggunakan handscoon sehingga sangat menyulitkan mahasiswa.

"Kaca mulut yang dibuat pada program ini merupakan kombinasi dari tiga alat kedokteran gigi yang disatukan sehigga dapat meningkatkan efisiensi kerja dan dapat memudahkan dokter gigi maupun mahasiswa dalam melakukan praktek kerja," jelasnya.

Lanjut Ansyari, bahwa kaca mulut ini dilengkapi dengan komponen penyemprot udara maupun air yang dapat memudahkan operator dalam membersihkan permukaan kaca serta komponen lampu yang dapat memudahkan operator dalam menilai kondisi rongga mulut pasien.

"Melalui kompetisi ini kami berharap kaca mulut ini dapat menyelesaikan masalah yang kerap dihadapi oleh mahasiswa maupun dokter gigi sehingga inovasi ini dapat dikomersialkan pada beberapa fakultas kedokteran gigi di Indonesia maupun pada klinik dokter gigi," harapnya.

"Kami sadar bahwa kaca mulut ini masih memiliki kekurangan dalam pembuatannya sehingga kami berharap dibeberapa program lanjutan kami dapat menyempurnakan alat ini dan memproduksi alat ini untuk kepentingan mahasiswa kedokteran gigi maupun dokter gigi di Indonesia," tambahnya.