Opini: Untung Bone Ada Bonepos

Bahtiar Parenrengi

Andai aku sendiri, mungkin tak begini. Kalimat ini cocok untuk bonepos. Yaa, karena proses kelahiran bonepos.com tak hadir begitu saja.

Ada proses awal yang sangat indah untuk dikenang. 19 tahun silam, disaat media belum seramai sekarang, bonepos lahir dengan wajah tabloid.

Kehadirannya membuat dinamika tersendiri di jamannya. Respon pembaca sangatlah menggembirakan, sehingga kehadirannya untuk dibaca sangat dinantikan. Termasuk dinamika, ketika kantor bonepos didatangi oleh 'orang tak diundang'untuk melakukan protes.

Itulah dinamika bermedia. Termasuk dinamika awak media yang terkadang kehilangan semangat. Dan saya bersama Kaharuddin Andi Tokkong dan Andi Darvin, sebagai penggagas berdirinya sebuah media di tanah beradat ini, terus menyemangati para awak untuk terus bekerja, walau pun honor belum sepadan dengan apa yang diharapkan. Setidaknya, kita bersemangat untuk memperlihatkan kerja, yang mungkin orang lain tak mampu mewujudkannya.

Dan kini, seiring dengan perkembangan zaman, media berbasis kertas sudah mulai terancam keberadaannya. Pembaca kini telah dimanjakan dengan media online, yang beritanya terus hadir hampir disetiap menit.

Perkembangan media online yang kian pesat tersebut kini juga 'memaksa' awak bonepos.com untuk terus berbenah, demi memanjakan pembaca. Awak bonepos.com harus menjaga kekompakan untuk mewujudkan sebuah media yang dikelola oleh 'anak lokal', tapi berwawasan dan berkreasi secara nasional.

Dan itu sudah mampu dirasakan karena bonepos.com sudah menjadi bacaan wajib orang bone dimana pun berada. Selamat berulang tahun yang ke 7 tahun bonepos.com, semoga sukses selalu. Beruntunglah Bone memiliki bonepos.

Penulis : Bahtiar Parenrengi