Hebat, Mahasiswa Unhas Ini Ciptakan Handpiece Dengan Sistem kendali Suara

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Tiga Mahasiswa yang berasal dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, berkolaborasi untuk membuat prototype handpiece dengan sistem kendali suara dalam bidang kedokteran gigi.

Mahasiswa Unhas ini berasal dari dua fakultas yang berbeda, dimana Nurul Auliya, Andi Nadwa Tenri Sapada berasal dari Fakultas Kedokteran Gigi, sedangkan Muhammad Nasarudin Fakultas Teknik Jurusan Teknik elektro.

Dari kolaborasi yang dilakukan, ketiga mahasiswa ini berhasil menciptakan sebuah handpiece yang dapat dikendalikan melalui sistem perintah suara, yang mana cara kerja handpiece ini lebih dari pada handpiece biasanya.

Menurut Nurul, dengan alat tersebut, efektivitas dan efisiensi kerja dari dokter gigi, kedepannya akan lebih mudah serta meningkat. Pasalnya alat ini dapat mengurangi trauma psikis pada pasien akibat suara yang ditimbulkan.

Pembuatan prototype handpiece ini sendiri, Kata Nurul dibiayai oleh dana hibah dari Dikti dalam rangka Pekan Kreativitas Mahasiswa dibawah bimbingan drg. Adam Malik Hamudeng.

"Ide awal pembuatan handpiece ini berawal dari pengalaman kami dalam menggunakan handpiece biasa aat melakukan clinical skill lab di Laboratorium Konservasi FKG," ungkap Nurul kepada Bonepos.com, Jumat, 14 Juni 2019.

Menurutnya, handpiece biasa yang digunakan sangat sulit untuk dikendalikan dimana footcontrol serta suara bising yang ditimbulkan akibat kompresor dari handpiece bisa menimbulkan trauma psikis bagi anak-anak.

"Handpiece dengan sistem kendali suara yang portable ini sudah dilengkapi dengan komponen pendukung seperti penyemprot air dan penyemprot udara yang kesemuanya disatukan dalam satu kotak menyerupai sebuah koper," jelas Nurul.

Selain itu, kata Dia, handpiece ini juga dapat memudahkan dalam program-program sosial yang dilakukan di daerah yang sulit menjangkau handpiece konvensional yang harus terhubung langsung dengan dental unit yang ada di puskesmas maupun klinik.

Adapun nantinya, handpiece ciptaannya itu, akan diikutkan dalam ajang seleksi bergengsi yang kerap disebut Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang pada tahun ini akan dilaksanakan di Universitas Udayana, Bali.

"Melalui kompetisi ini kami berharap handpiece ini dapat menyelesaikan masalah yang kerap dihadapi oleh mahasiswa maupun dokter gigi sehingga inovasi ini dapat dikomersialkan pada beberapa fakultas kedokteran gigi di Indonesia maupun pada klinik dokter gigi," harapnya.