DPRD Sulsel Minta Aktivitas Tambang di Sungai Cenrana Dihentikan

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Aktivitas tambang di sepanjang Sungai Cenrana menjadi salah satu persoalan yang mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Sulsel, Senin 17 Juni 2019.

RDP yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Andi Nurhidayati Zainuddin ini membahas terkait jalan poros Wajo-Bone yang rusak, tepatnya di Cempa Desa Pallawarukka Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo.

"Aktivitas tambang yang ada di sepanjang sungai Cenrana merupakan salah satu faktor rusaknya jalan di Cempa, dan beberapa titik lainnya seperti yang ada di Kecamatan Ajangale. Hal Ini yang disampaikan oleh Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Wilayah XIII dalam RDP," ujar Andi Nurhidayati.

Bahkan kata Andi Etti sapaannya, BBJN Wilayah XIII pernah meminta kerjasama Pemerintah Kabupaten Wajo dan Bone untuk menghentikan aktivitas tambang di sepanjang jalan poros Wajo-Bone ini.

"Kami sudah minta kepada Pak Sekda Wajo untuk menutup sementara tambang yang ada di sana, dan Kami juga minta segera data seluruh perusahaan tambang yang ada di Wajo dilaporkan kepada pemerintah provinsi," ujar Sekretaris Fraksi PPP DPRD Sulsel ini.

Diketahui, izin tambang galian C adalah kewenangan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota hanya memiliki kewenangan memberikan rekomendasi untuk penerbitan izin.

"Pak Sekda tadi menyampaikan akan segera menyampaikan data tersebut kepada kami, supaya aktifitas tambang yang merusak lingkungan bisa segera kita tindaki," ujar Wakil Ketua DPW PPP Sulsel ini.

Hadir dalam RDP ini, Asisten II Pemprov Sulsel, Muhammad Firda dan Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Sulsel, Muhammad Arifin.

Hadir juga perwakilan Balai Besar Jalan Nasional Wilayah XIII yakni Muhammad Syukur, Yudho Dwi H, Ade Yudhistira Kosman, dan M. Husni Arafat.

Dari Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda), H. Amiruddin dan Pelaksana Tugas (Plt) Dinas PU, Andi Pameneri.

Hadir juga perwakilan Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) yakni Herianto Ardi (Presiden AMIWB), Syamsuriadi Suardi, Eko Wardana, Muh. Faizal, dan Baso Agus Prawangsa.

Penulis:Ahmad Rusli