Ratusan Nelayan di Sinjai Jadi Peserta Diklat Pemberdayaan Masyarakat

BONEPOS.COM, SINJAI - Ratusan nelayan di Kabupaten Sinjai telah menjadi peserta diklat pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah nelayan yang mengikuti diklat tersebut nampak terlihat ketika Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Drs.Akbar, membuka acara Pendidikan dan Latihan (Diklat) Pemberdayaan Masyarakat T.A.2019. Diklat Dasar-Dasar Keselamatan Kapal Tradisional (BST KLM) dan Kecakapan Kapal Tradisional (SKK 60 MIL) asal Sinjai yang berlangsung di Hotel Rofina, Senin 17 Juni 2019.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai, Ir.Sultan H.Tare yang turut hadir dalam kegiatan Diklat tersebut menyampaikan bahwa hal ini merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Sinjai dan Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar. Jumlah peserta yang mendaftar melebihi target yaitu 200 orang ternyata yang mendaftar kurang lebih 240 orang, sehingga sebagian pendaftar dikategorikan cadangan dan mudah-mudahan kedepan dapat diakomodir semua.

"Pendaftaran yang kita lakukan ini betul-betul khusus para nelayan yang ada di empat kecamatan di daerah pesisir pantai yaitu Kecamatan Sinjai Utara, Sinjai Timur, Pulau Sembilan dan Tellulimpoe.Tujuan kegiatan ini di lakukan untuk meningkatkan sumber daya masyarakat khususnya nelayan agar mereka bisa menjaga keselamatan pada saat mereka berlayar dan akan melakukan penangkapan ikan," jelasnya.

Sekda Sinjai Akbar Mukmin dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kabupaten Sinjai dalam melakukan penangkapan ikan bukan hanya di sekitar perairan Sinjai atau Teluk Bone, namun nelayan Sinjai dalam melakukan penangkapan ikan meliputi wilayah di Selat Bali, Laut Jawa, Laut Flores dan termasuk dalam wilayah pengelolaan perikanan (WPP-713).

"Nelayan di Kabupaten Sinjai merupakan kontributor terbesar dalam produksi perikanan, khususnya penangkapan ikan.
Pemanfaatan sumber daya ikan harus dilakukan dengan memperhatikan para nelayan dengan melakukan pemberdayaan kepada kelompok nelayan kecil melalui peningkatan teknologi dan kapasitas sarana dan prasarana perikanan tangkap," jelasnya.

Diakhir sambutan Sekda juga menyampaikan bahwa salah satu persyaratan yang harus dimiliki oleh Nahkoda (juragan) kapal untuk melakukan penangkapan ikan adalah surat keterangan kecakapan (60 MIL) sebagai Nahkoda dan sebagai kepala kamar mesin (BAS) yang baru sebagian kecil dimiliki oleh nelayan.

"Salah satu persyaratan yang harus dimiliki oleh Nahkoda atau juragan kapal untuk melakukan penangkapan ikan adalah surat keterangan kecakapan (60 MIL) sebagai Nahkoda dan sebagai kepala kamar mesin (BAS) yang baru sebagian kecil dimiliki oleh nelayan," jelas Akbar Mukmin.

Sebagaimana diketahui pada kegiatan tersebut, turut hadir Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar, Kepala Dinas Perikanan, dan para peserta. (*)