Bahas Pendirian Museum Jenderal M Jusuf, Danrem 141 Toddopuli Temui Wapres JK

ISTIMEWA Komandan Korem (Danrem) 141 Toddopuli, Kolonel Inf Suwarno, menemui Wakil Presiden M Jusuf Kalla (JK) di kediaman Pribadinya, Jalan Dharmawangsa Nomor 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

BONEPOS.COM, JAKARTA - Komandan Korem (Danrem) 141 Toddopuli, Kolonel Inf Suwarno, menemui Wakil Presiden M Jusuf Kalla (JK) di kediaman Pribadinya, Jalan Dharmawangsa Nomor 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 28 Juni 2019.

Danrem Suwarno bersama dengan tim pengkaji, menemui JK dalam rangka untuk melaporkan hasil kajian studi kelayakan pendirian museum Jenderal M. Jusuf di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Adapun tim pengkaji yang mendampingi Danrem yakni, Dosen Arkeologi Unhas Yadi Mulyadi, Dosen Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Makassar, , Asmunandar, dan Andi Oddang S.S dari Pusat Kajian Arkeologi untuk Masyarakat.

"Laporan langsung Kami berikan ke Bapak Wapres Jusuf Kalla, dan Respon beliau sangat menyetujui rencana pendirian museum Jenderal M Jusuf ini," kata Danrem Suwarno dalam rilisnya yang diterima Bonepos.com, Jumat malam.

Selain menyampaikan laporan, lanjut Danrem, team kajian juga telah menyusun story line Jenderal M Jusuf, dimulai dari masa kecil hingga mencapaipuncak karir dalam militer serta jabatan penting lainnya di Indonesia hingga menjadi Tokoh Nasional.

"Referensi story line ini dikumpulkan melalui metode wawancara dengan beberapa narasumber, dari sosok Jenderal M. Jusuf dimata keluarga di Kajuara, maupun kerabat, serta ajudannya yang masih hidup, termasuk sosok Pak Wapres yang dekat sama beliau," ungkapnya.

Usai menemui Wapres JK, Danrem dan rombongan, kemudian berkunjung ke Kediaman bapak Bambang Parekesik, dimana beliau adalah ajudan Jenderal M. Jusuf saat berkarir sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan.

"Kami juga menemui Bapak Atmadji penulis Buku "Jenderal M. Jusuf, Panglima para Prajurit" di Kantor beliau di Jakarta. Kemudian, kami juga ke Bandung untuk menemui Letjen Purnawirawan Solihin GP yang saat itu menggantikan Jenderal M Jusuf selaku panglima Kodam XIV Hasanuddin," tambahnya.

Saat ini lanjut Danrem, proses penyusunan kerangka story line perjalanan Jenderal M. Yusuf, yang telah dirampungkan oleh tim pengkaji sudah mencapai 70 persen.

Sekedar diketahui, pembangunan museum bertujuan untuk megedukasi para pelajar, mahasiswa serta masyarakat mengenai sosok Jenderal M Jusuf yang dikenal tegas dan berani.

Di museum tersebut, nantinya akan dilengkapi dengan berbagai story line Jenderal M Jusuf mulai dari masa kecil-nya di Kecamatan Kajuara, Bone hingga mencapai puncak karir di Milter hingga akhirnya menduduki jabatan penting lainnya di era President Soekarno dan Soeharto.