Mangkir Wajib Lapor, Oknum Dokter Gadungan di Bone Ditetapkan Sebagai DPO

DOK BONEPOS.COM EM dan RN saat menjalani pemeriksaan di unit Tipikor Polres Bone, Selasa 19 Februari 2019 malam.

BONEPOS.COM, BONE - Lantaran mangkir alias tidak hadir memenuhi keharusnnya wajib lapor di Mapolres Bone, Aemyzaa alias Carmelita Alias Emha, tersangka kasus dokter kecantikan gadungan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan akhirnya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Surat penetapan Aemyzaa sebagai DPO diterbikan penyidik Polres Bone Bone setelah kurang lebih tiga minggu mankir untuk memenuhi kewajiban wajib lapor pasca penangguhan penahanannya karena sakit.

Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Muhammad Pahrum yang dikonfirmasi, membenarkan penetapan tersebut. Menurutnya, selain mangkir dari wajib lapor, keberadaan tersangka Aemyzaa juga tidak diketahui.

"Aemyza kabar terakhirnya dirawat di Kota Parepare, namun saat didatangi dan akan dilakukan penjemputan paksa oleh penyidik, Aemyza tidak ditemukan, sehingga ditetapkan sebagai DPO," ungkap Pahrum, Jumat, 28 Juni 2019.

Mantan Kanit Tipikor Polres Bone ini menyebutkan, surat keterangan Aemyza sebagai DPO sudah diedarkan, hingga ke Polda Sulsel untuk dilakukan pengejaran.

"Sudah kita edarkan, baik di Polda maupun seluruh jajaran Kepolisian di Sulsel. Begitu ditemukan langsung kami tahan dan diserahkan ke pihak Kejaksaaan Negeri Watampone," tegasnya.

Sementara itu, terkait satu orang tersangka lagi, yakni Rini, lanjut Pahrum, yang bersangkutan masih berada di wilayah kota Watampone dan saat ini dalam pengawasan pihaknya.

Diberitakan sebelumnya, pada Rabu, 20 Maret 2019 lalu, penyidik Polres Bone menangguhkan penahanan terhadap Aemyzaa. Penangguhan itu dilakukan lantaran tersangka mengalami sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit.

Meski penahanannya ditangguhkan, tersangka dikenakan wajib lapor satu kali dalam dua hari. Namun pasca kasus tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Watampone, tersangka tidak pernah lagi memenuhi kewajibannya, bahkan hingga kini keberadaannya tidak diketahui.