Buka Acara Sosialisasi PPA, Ini Harapan Kadisnakertrans Bone

BONEPOS.COM, BONE - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bone, H Alimuddin Massapa, membuka acara sosialisasi Program Pengurangan Pekerja Anak (PPA) dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PKH) di Wisma Tirta Kencana Watampone, Selasa, 2 Juli 2019.

Dalam sambutannya, Kadisnaker mengatakan bahwa program Pengurangan Pekerja Anak yang digelar serentak di Bone, Sinjai dan Wajo dapat meningkatkan minat anak putus sekolah usia 13-16 tahun untuk bersekolah kembali.

Dijelaskannya, bahwa dalam program PPA ini, setiap 10 orang anak akan didampingi 1 orang pendamping dan didukung oleh inatansi terkait seperti Dinas Pendidikan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Kemenang.

"Anak anakku sekalian, Orang tua mu telah menitipkan atau menyerahkan sepenuhnya kepada pendamping anak, untuk mendampingimu selama 7 hari agar kamu berminat dan bersemangat untuk bersekolah kembali, nasibmu kedepan ditentukan oleh kamu sendiri mungkin nanti diantara kalian ada yang jadi lurah, camat atau bupati," ungkapnya.

"Oleh karena itu mulai sekarang harus tumbuhkan tekadmu untuk menimba ilmu kembali dengan bersekolah," Harapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengawasan Ketenaga Kerjaan H.Bahtiar, mengatakan kegiatan yang serentak dilaksanakan di Bone, Sinjai dan Wajo ini merupakan program tahunan Disnaker.

Dia berharap program tersebut dapat mengurangi angka pekerja anak atau anak putus sekolah usia 13-16 tahun dan mendorongnya untuk bersekolah kembali.

"Program PPA-PKH ini juga menjadi salah satu indikator penilaian Kabupaten Layak Anak, oleh karena itu peran dan kerjasama semua pihak dalam mendorong pengurangan pekerja anak/ anak putus sekolah," Harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Sinjai, Muh. Sabir Syur mewakili Kepala Dinas, mengharapkan Program PPA ini tetap berlanjut.

Oleh karena, lanjut Dia, selain dapat mengurangi angka anak putus sekolah, program ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan anak, juga akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

"Saat ini ada 160 anak putus sekolah di Sinjai yang dibina dan didampingi. Semoga angka anak putus sekolah di Sinjai kedepan semakin sedikit," ungkap Mantan Kabag Humas Pemkab Sinjai ini.

Editor:Andi Dedhy