Bulukumba Geger, Abang Nekat Nikahi Adik Kandungnya

Pernikahan sedarah warga Sulsel, kakak peristri adik kandung (Dok. Istimewa)

BONEPOS.COM, Bulukumba - Peristiwa menghebohkan terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Perkawinan antara dua saudara kandung ini menjadi sorotan masyarakat ketika seorang pria asal Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba, Ansar (32) nekat menikahi adik bungsunya, Fitri (20).

Keduanya mengelabui keluarga dengan meminta izin hendak bekerja ke Malaysia. Demi menutupi pernikahan tersebut AS dan FT melangsungkan pernikahan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Minggu 23 Juni 2019.

Kasus ini terungkap setelah HE, istri AS, melaporkan suaminya ke Polres Bulukumba, Senin, 1 Juli 2019 atas dugaan perselingkuhan AS dan FT. HE mengetahui pernikahan suaminya dengan iparnya sendiri setelah mendapat kiriman foto dan video dari kerabatnya di Balikpapan.

1. Kasus perkawinan inses kini dalam penyelidikan Kepolisian Bulukumba

Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Berry Juana Putra, membenarkan adanya laporan HE, istri sah AS, terhadap suaminya atas dugaan perselingkuhan dengan adik iparnya sendiri. HE membawa serta dua buku nikah ke Polres Bulukumba, sebagai bukti HE adalah istri sah AS.

HE mengaku telah mencurigai gelagat buruk suaminya yang sering pergi berduaan dengan adiknya sendiri. Berry menyebutkan pasal yang disangkakan adalah Pasal 284 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 9 bulan penjara.

“Memang benar kita menerima laporan perzinahan AS dengan saudara kandungnya sendiri, nanti penyidik unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) akan menyelidikinya, keberadaan keduanya informasinya masih di Kalimantan,” ujar Berry.

2. Sang adik diketahui sudah berbadan dua, sebelum pernikahan terjadi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, AS dan FT kawin lari, atau dalam istilah Bugis, Silariang ke Balikpapan, karena AS merasa malu atas kehamilan adiknya yang telah memasuki bulan keempat. Hal ini disebutkan HE di hadapan petugas SPKT Polres Bulukumba.

Pernikahan ini juga diketahui kedua orangtua dan kerabat dekat AS. Meski demikian, banyak keluarga besar AS yang tidak merestui pernikahan inses ini. Salah satu saudara AS, berinisial AM, mengakui tidak akan menemui kedua adiknya, karena telah membuat malu keluarga besarnya.

3. AS dan adiknya tidak akan diterima kembali ke kampungnya sendiri

Sementara itu Kepala Desa Salemba Andi Agung, yang ikut mendampingi HE melapor ke Polres Bulukumba, mengungkapkan akibat pernikahan AS dan adik kandungnya, kedua orangtua dan saudaranya menyebutkan tidak mau menerima kedatangan AS dan adiknya, karena melanggar hukum agama Islam dan adat Bulukumba.

Dalam hukum adat Bugis, perbuatan yang melanggar adat akan diberi sanksi adat yang dikenal dengan istilah “Dipoppangi Tanah,” yang artinya diusir dari kampung halamannya.

“Kedua orangtuanya, saudara-saudara dan istrinya tidak mau menerima keduanya kembali ke Bulukumba, termasuk kembali ke Sulsel,” kata Andi Agung.